Kasus melonjak, Afrika Selatan perketat pembatasan Covid-19 selama 14 hari

Senin, 28 Juni 2021 | 05:30 WIB Sumber: Reuters
Kasus melonjak, Afrika Selatan perketat pembatasan Covid-19 selama 14 hari


KONTAN.CO.ID - JOHANNESBURG. Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa mengatakan, Afrika Selatan akan memperketat pembatasan Covid-19 selama 14 hari karena langkah penahanan saat ini tidak cukup untuk mengatasi kecepatan dan skala infeksi baru.

Afrika Selatan, yang paling terpukul di benua Afrika dalam hal kasus kematian yang tercatat, berada dalam cengkeraman gelombang ketiga infeksi.

Mengutip Reuters, Senin (28/6), negara itu mencatat hampir 18.000 kasus baru pada Sabtu, mendekati puncak infeksi harian yang terlihat pada gelombang kedua pada Januari, dan para ilmuwan lokal mengatakan, varian virus corona Delta yang pertama kali diidentifikasi di India tampaknya menyebar dengan cepat.

"Pembatasan tambahan diperlukan... Fokus kami adalah membatasi kontak sosial sambil menjaga ekonomi," kata Ramaphosa dalam pidato yang disiarkan televisi.

Baca Juga: Catat! Ini 7 cara mencegah penularan virus corona varian baru menurut ahli

Di bawah langkah-langkah yang diumumkan, semua pertemuan akan dilarang, akan ada jam malam mulai pukul 9 malam sampai jam 4 pagi dan penjualan alkohol akan dilarang.

Sekolah akan ditutup mulai Rabu tetapi pantai dan taman akan tetap buka. Restoran hanya dapat menjual makanan untuk dibawa pulang atau diantar.

"Kami akan menilai dampak dari intervensi ini setelah 14 hari untuk menentukan apakah mereka perlu dipertahankan atau disesuaikan," kata Ramaphosa.

Afrika Selatan baru-baru ini menerima 1,4 juta dosis vaksin Pfizer melalui Fasilitas COVAX dan tambahan 1,2 juta dosis vaksin Johnson & Johnson, tambah presiden.

Sejauh ini program vaksinasi di Afrika Selatan berjalan lambat, dengan hanya sekitar 2,7 juta dosis yang diberikan di antara total populasi 60 juta.

Dihadapkan dengan protes oposisi, pemerintah telah menetapkan target lebih dari dua kali lipat tingkat vaksinasi harian selama bulan depan.

Selanjutnya: Ribuan warga Afrika Selatan berbondong-bondong buru batu misterius mirip berlian

 

Editor: Herlina Kartika Dewi

Terbaru