CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.018,33   10,53   1.04%
  • EMAS995.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.30%
  • RD.CAMPURAN -0.02%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Kasus Omicron Capai 17% di Singapura, Gelombang Varian Ini Sudah Dekat


Senin, 03 Januari 2022 / 15:59 WIB
Kasus Omicron Capai 17% di Singapura, Gelombang Varian Ini Sudah Dekat
ILUSTRASI. Seorang pria memakai masker melewati papan tanda untuk mengimbau warga melakukan jarak sosial selama wabah Covid-19 termasuk varian Omicron, di Marina Bay, Singapura. REUTERS/Edgar Su.


Sumber: Channel News Asia | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Dengan kasus Omicron saat ini mencapai 17% dari total infeksi lokal Covid-19 di Singapura, gelombang varian sangat menular itu sudah dekat, Menteri Kesehatan Ong Ye Kung mengatakan pada Senin (3/1).

Dalam pembaruan tentang situasi Covid-19 di Singapura, Ong menyatakan, kondisi pandemi virus corona di negeri Merlion "sejauh ini tetap stabil".

"Jumlah kasus lokal aktif selama seminggu terakhir sekarang 1.200, dibandingkan dengan puncak lebih dari 26.000," katanya dalam sebuah posting di Facebook, seperti dilansir Channel News Asia.

Sekitar 20 pasien berada dalam perawatan intensif dibandingkan dengan puncak sekitar 170 kasus. Ini juga yang terendah pada kuartal terakhir tahun lalu, dia menambahkan.

"Syukurlah, angka kematian rendah. Semua ini menandakan, gelombang Covid-19 baru-baru ini karena varian Delta telah mereda, setidaknya untuk saat ini," ungkap Ong.

Baca Juga: Omicron Sangat Menular, Ini Pedoman Baru Pemakaian Masker bagi Tenaga Medis dari WHO

Pada saat yang sama, kasus Omicron sudah mulai "merayap", mencapai 17% dari total kasus lokal saat ini.

"Ini berarti, gelombang Omicron sudah dekat, dan kita perlu bersiap untuk itu," ujarnya seraya menambahkan, vaksinasi dan booster tetap menjadi respons kunci.

Menurut Ong, vaksinasi Singapura telah mempertahankan momentumnya, dengan 87% dari total populasi telah menyelesaikan dosis lengkap dan 88 persen menerima setidaknya satu dosis.

Lalu, lebih dari 20.000 anak berusia sembilan hingga 11 tahun juga telah menerima suntikan Covid-19 pertama selama seminggu terakhir. Ini setara dengan sekitar setengah kelompok itu.

"Kami akan terus membuat kemajuan, semua orang perlu terus melakukan bagiannya dan menjalankan tanggungjawab, dan 2022 akan menjadi tahun yang lebih baik dari tahun lalu," tambah Ong.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Data Analysis with Excel Pivot Table Supply Chain Management on Distribution Planning (SCMDP)

[X]
×