kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.707   26,00   0,15%
  • IDX 6.461   -73,54   -1,13%
  • KOMPAS100 856   -10,81   -1,25%
  • LQ45 651   -8,28   -1,26%
  • ISSI 223   -1,77   -0,79%
  • IDX30 361   -4,82   -1,31%
  • IDXHIDIV20 451   -6,99   -1,53%
  • IDX80 98   -1,17   -1,18%
  • IDXV30 124   -1,89   -1,50%
  • IDXQ30 117   -1,35   -1,15%

Kebangkitan militer China membuat NATO khawatir: Mereka akan ada di sekeliling kita


Senin, 28 Juni 2021 / 09:42 WIB
ILUSTRASI. Kendaraan militer China yang membawa rudal balistik anti-kapal DF-21D, yang dikenal sebagai pembunuh kapal induk, melewati Gerbang Tiananmen di Beijing selama parade militer pada tahun 2015.


Sumber: Sputnik News | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Secara khusus, Xi berharap militer China bisa bertahan melawan platform dan sistem senjata canggih dan yang diciptakan dan dikerahkan oleh musuh potensial, khususnya Amerika Serikat.

Meskipun demikian, China pada umumnya menahan diri untuk tidak menyertai ekspansi ekonominya dengan ekspansi militer, kecuali ekspor senjata. 

China sejauh ini hanya memiliki satu pangkalan militer di luar negeri, yakni di Djibouti, Afrika. Berbeda dengan AS yang kekuatan militernya tersebar di berbagai sudut Bumi.

China juga baru-baru ini menolak tawaran Rusia untuk membentuk aliansi militer formal, dengan mengatakan bahwa pihaknya akan terus mematuhi prinsip-prinsip non-blok dan non-konfrontasi.

Pada kenyataannya, aliansi negara barat di NATO terus mendominasi dunia dalam hal pengeluaran pertahanan. Dikutip dari Sputnik News, anggaran gabungan NATO setara dengan lebih dari US$ 1 triliun, lebih dari US$ 700 miliar berasal dari AS.

Selanjutnya: Beijing minta NATO berhenti lebih-lebihkan berbagai bentuk teori ancaman China




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×