kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45903,15   -4,52   -0.50%
  • EMAS939.000 0,21%
  • RD.SAHAM 0.83%
  • RD.CAMPURAN 0.50%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

Kecam AS di Laut China Selatan, Beijing: Pasukan di zona perang selalu siaga tinggi


Jumat, 26 Februari 2021 / 09:56 WIB
Kecam AS di Laut China Selatan, Beijing: Pasukan di zona perang selalu siaga tinggi
ILUSTRASI. Militer China mengecam kapal perang AS karena berlayar melalui Selat Taiwan di Laut China Selatan.

Sumber: Express.co.uk | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - LAUT CHINA SELATAN. Militer China mengecam kapal perang AS karena berlayar melalui Selat Taiwan di Laut China Selatan. China menuding armada Amerika merusak perdamaian di perairan yang disengketakan.

Melansir Express.co.uk, armada ke-7 AS, dipimpin oleh kapal perusak USS Curtis Wilbur, melakukan transit rutin Selat Taiwan pada hari Kamis (25/2/2021). 

Namun juru bicara militer China mengkritik kapal perusak AS untuk misi tersebut, dengan mengatakan mereka mengancam stabilitas Laut China Selatan.

Berbicara pada hari Kamis, juru bicara Komando Teater Timur Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) mengatakan USS Curtis Wilbur dilacak oleh pasukan China saat berlayar melalui Selat Taiwan.

Baca Juga: Ancaman China meningkat, AS-Jepang melakukan latihan militer berteknologi tinggi

“Tindakan tersebut secara artifisial menciptakan faktor risiko di Selat Taiwan, dengan sengaja merusak perdamaian dan stabilitas regional, kami dengan tegas menentang hal ini. Pasukan di zona perang selalu siaga tinggi dan siap untuk menanggapi semua ancaman dan provokasi," demikian pernyataan juru bicara tersebut dalam peringatan kepada AS seperti yang dikutip Express.co.uk.

China menganggap Taiwan sebagai provinsi yang memisahkan diri untuk dipersatukan kembali dengan daratan.

Baca Juga: Vietnam perkuat sistem pertahanan demi hadapi China di Kepulauan Spratly

Sementara itu, Armada ke-7 Angkatan Laut AS membantah klaim bahwa mereka bertindak ilegal dan bersikeras bahwa transit tersebut sesuai dengan hukum internasional.

“Transit kapal melalui Selat Taiwan menunjukkan komitmen AS terhadap Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka. Militer Amerika Serikat akan terus terbang, berlayar, dan beroperasi di mana pun yang diizinkan oleh hukum internasional," jelas Angkatan Laut AS.

Armada ke-7 juga melakukan latihan komputer bersama dengan Angkatan Laut Jepang baru-baru ini.

Latihan tersebut terjadi setelah Beijing memunculkan kembali ketakutan akan perang dengan Taiwan setelah menerbangkan satu skuadron jet tempur dan pembom di dekat Kepulauan Pratas.

Kementerian Pertahanan Taiwan mengklaim telah melihat 11 jet China pada hari Sabtu, termasuk delapan pesawat tempur, satu pesawat anti-kapal selam dan dua pembom H-6 berkemampuan nuklir.




TERBARU

[X]
×