kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45905,96   -2,48   -0.27%
  • EMAS935.000 1,08%
  • RD.SAHAM 0.83%
  • RD.CAMPURAN 0.50%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

Kekang penyebaran corona, China lockdown kota berpenduduk 4,9 juta jiwa ini


Selasa, 12 Januari 2021 / 13:52 WIB
Kekang penyebaran corona, China lockdown kota berpenduduk 4,9 juta jiwa ini
ILUSTRASI. Orang-orang memakai masker saat mereka berjalan di distrik perbelanjaan, menyusul wabah penyakit virus corona (COVID-19) di Beijing, China, 18 Desember 2020.

Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. Pihak berwenang di China memperkenalkan pembatasan baru di daerah sekitar Beijing pada Selasa (12/1), menempatkan 4,9 juta penduduk di bawah penguncian alias lockdown karena kasus baru virus corona meningkat.

Mengutip Reuters, Pemerintah Kota Langfang di Provinsi Hebei pada Selasa (12/1) mengatakan, 4,9 juta penduduknya akan berada di bawah karantina rumah selama tujuh hari dan tunduk pada pengujian massal dalam upaya terbaru mengekang penyebaran virus corona.

Dua kabupaten di bawah yurisdiksi Langfang yang berbatasan dengan Beijing, Guan dan Sanhe, telah mengumumkan tindakan karantina rumah. Guan melaporkan satu kasus baru virus corona, tetapi Sanhe tidak mengatakan, apakah ada warganya positif Covid-19.

Shijiazhuang, Ibu Kota Hebei, terpukul paling parah dalam lonjakan kasus virus corona dan telah mengunci 11 juta penduduknya. Warga dan kendaraan tidak boleh keluar kota. Transportasi umum juga tidak beroperasi.

Baca Juga: Cegah penyebaran corona, China lockdown sebuah kabupaten di Provinsi Heilongjiang

Hebei telah menutup beberapa bagian jalan raya dan memerintahkan kendaraan yang terdaftar di Shijiazhuang untuk kembali.

Distrik Gaocheng di Shijiazhuang mengumpulkan lebih dari 20.000 orang yang tinggal di 12 desa terpencil ke karantina terpusat sebagai bagian dari pengendalian Covid-19 kota, News Service melaporkan Senin (11/1) malam.

Sebelumnya, pemerintah setempat mengunci sebuah kabupaten di Provinsi Heilongjiang, Timur Laut China pada Senin (11/1), setelah melaporkan infeksi virus corona baru.

Kabupaten Wangkui, di bawah yurisdiksi Kota Suihua di Provinsi Heilongjiang, melaporkan delapan kasus asimtomatik baru. Mulai Senin (11/1), mereka menutup semua bisnis yang tidak penting, melarang orang meninggalkan kabupaten, dan memblokir semua lalu lintas yang tidak penting.

Setiap keluarga di kabupaten itu bisa meminta satu orang meninggalkan rumah mereka setiap tiga hari sekali untuk membeli kebutuhan, televisi pemerintah melaporkan seperti dilansir Reuters.

Selanjutnya: Kota di China berpenduduk 11 juta dikunci, demi cegah penyebaran virus corona

 




TERBARU
Kontan Academy
(VIRTUAL) NEGOTIATION FOR EVERYONE Batch 2 Panduan cepat Strategi Pemasaran Berbasis KPI

[X]
×