kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45891,58   -16,96   -1.87%
  • EMAS1.358.000 -0,37%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Kekayaan Konglomerat Perusahaan Pengiriman Online yang Meledak Saat Pandemi Menyusut


Rabu, 04 Oktober 2023 / 14:54 WIB
Kekayaan Konglomerat Perusahaan Pengiriman Online yang Meledak Saat Pandemi Menyusut
ILUSTRASI. Perusahaan pengiriman DoorDash. Kekayaan Konglomerat Perusahaan Pengiriman Online yang Meledak Saat Pandemi Menyusut


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli

Getir juga berekspansi ke Amerika Serikat dan Eropa Barat, namun menarik diri dari beberapa negara Eropa pada awal tahun ini. Sarur mengatakan pada rapat staf bulan Juli bahwa pasar Turki adalah satu-satunya unit yang menguntungkan.

Pada bulan Agustus, perusahaan mengatakan akan memangkas lebih dari 10% tenaga kerjanya, atau sekitar 2,500 karyawan, secara global. Walau demikian, juru bicara Getir menolak berkomentar.

Instacart, yang di suntik oleh pemodal ventura sebanyak US$ 39 miliar pada Maret 2021, mulai diperdagangkan secara publik pada 19 September, diperdagangkan sekitar seperempat dari penilaian tersebut. Saham tersebut naik 12% pada hari pertama perdagangannya, memberi salah satu pendiri Apoorva Mehta kepemilikan saham sebesar US$ 1,1 miliar, turun dari kekayaan puncaknya sebesar US$ 3,5 miliar.

Baca Juga: Lama Menghilang, Miliarder China Jack Ma Diketahui Tinggal Diam-diam di Negara Ini

Sementara itu, Andy Fang dari DoorDash kehilangan gelar miliardernya, sementara pendiri lainnya Xu dan Stanley Tang nyaris tidak dapat mempertahankan status mereka. Saham perusahaan pengiriman makanan ini telah anjlok lebih dari 60% sejak mencapai puncaknya pada November 2021.

Pendiri lainnya, Groen dari Just Eat Takeaway, memiliki kekayaan hampir US$ 2 miliar pada Oktober 2020, namun 85% kekayaannya menguap karena harga saham perusahaan tersebut anjlok.

Perwakilan DoorDash dan Just Eat Takeaway menolak mengomentari perhitungan tersebut, sementara Instacart tidak menanggapi permintaan komentar.

Tren yang sama juga terjadi di negara-negara berkembang seperti India dan Tiongkok, meskipun peraturannya lebih longgar dan biaya operasionalnya lebih rendah. Valuasi startup India, Swiggy, turun setengahnya pada bulan Mei, sementara pesaing lokalnya, Dunzo, kesulitan membayar karyawan dan meningkatkan modal baru.

Baca Juga: 7 Ramalan Menakjubkan Bill Gates tentang Masa Depan Dunia, Apa Saja?

Di Tiongkok, nilai pasar Daily Youxian, operator yang terdaftar di bursa AS, turun di bawah persyaratan minimum Nasdaq sebesar US$ 5 juta pada bulan Juli dan perusahaan tersebut berjuang untuk menghindari delisting.




TERBARU

[X]
×