kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45886,18   -14,64   -1.62%
  • EMAS1.338.000 0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Kelompok Pemuda Korut Menyumbang Peluncur Roket ke Negara


Sabtu, 10 Juni 2023 / 15:20 WIB
Kelompok Pemuda Korut Menyumbang Peluncur Roket ke Negara


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - PYONGYANG. Kelompok pemuda politik Korea Utara memiliki cara sendiri untuk menunjukkan jiwa patriotisme mereka. Baru-baru ini mereka sepakat untuk menyumbangkan peluncur roket untuk memperkuat militer negara.

Kantor media nasional Korea Utara, KCNA, pada hari Rabu (7/6) melaporkan bahwa sumbangan peralatan militer itu diserahkan oleh Persatuan Anak Korea atau Korean Children's Union (KCU), sebuah kelompok pemuda politik, saat merayakan hari jadinya yang ke-77 hari Selasa (6/6).

KCU merupakan kelompok pemuda yang anggotanya memiliki ciri khas mengenakan syal berwarna merah. Kelompok ini didirikan untuk mempromosikan ideologi politik Korea Utara, termasuk paham "Juche" yang berarti kemandirian.

Baca Juga: Iran Resmi Perkenalkan Rudal Hipersonik Baru Bernama Fattah

Perayaan hari jadi KCU pada hari Selasa juga dihadiri oleh pejabat senior Partai Buruh, menunjukkan betapa dekatnya kelompok ini dengan pemerintah.

Sayangnya, KCNA tidak menjelaskan secara rinci bagaimana KCU mampu mengumpulkan dana untuk mendapatkan peralatan militer yang mereka sumbangkan ke negara.

Peluncur roket yang disumbangkan diberi nama "Sonyeon", yang berarti anak laki-laki. 

Dalam beberapa bulan terakhir ini Korea Utara memang meningkatkan upaya propaganda dan pesan publik untuk mengobarkan semangat nasionalisme rakyatnya di tengah beragam krisis yang terjadi.

Baca Juga: AS, Jepang, dan Korsel Rapatkan Barisan untuk Hadapi Ancaman Korut

Pemerintah Pyongyang bahkan sempat mengadakan pementasan aksi unjuk rasa yang menampilkan pembakaran patung pemimpin Korea Selatan dan Amerika. Aksi tersebut merupakan respons atas meningkatnya aktivitas militer kedua negara di Semenanjung Korea.

Meningkatnya intensitas latihan militer AS dan Korea Selatan juga diduga merupakan respons atas meningkatnya intensitas uji coba rudal balistik Korea Utara.

Langkah Korea Utara itu secara luas dipandang telah melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.

Pekan lalu, Korea Utara mendapat kecaman internasional karena berusaha meluncurkan satelit mata-mata pertamanya dengan menggunakan teknologi rudal balistik, meskipun roket beserta muatannya jatuh ke laut.




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×