kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45670,77   -28,01   -4.01%
  • EMAS926.000 0,22%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Kembali memanas, China mengenakan tarif balasan pada produk AS senilai US$ 75 miliar


Jumat, 23 Agustus 2019 / 19:59 WIB
Kembali memanas, China mengenakan tarif balasan pada produk AS senilai US$ 75 miliar
ILUSTRASI. Pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping pada KTT G20

Sumber: Bloomberg | Editor: Tendi

KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Tensi perang dagang kembali memanas. Pasalnya China mengumumkan bahwa mereka akan mengenakan tarif impor barang dari Amerika Serikat senilai US$ 75 miliar sebagai pembalasan atas ancaman tambahan tarif impor atas produk Tiongkok yang disiapkan Donald Trump.

Dilansir dari Bloomberg, Kementerian Perdagangan China mengumumkan bahwa beberapa tindakan pencegahan akan mulai berlaku mulai 1 September besok. Sementara sisanya akan mulai berlaku pada 15 Desember nanti.

Baca Juga: Wow, kekayaan 20 keluarga terkaya di Asia ini menembus Rp 6.403 triliun

Agenda ini mencerminkan jadwal yang telah ditetapkan AS untuk pengenaan tarif sebesar 10% pada produk dari China senilai hampir US$ 300 miliar.

Rinciaannya, tarif tambahan sebesar 5% akan dikenakan untuk kedelai Amerika dan impor minyak mentah mulai bulan depan. Sementara bea sebesar 25% akan dibebankan kepada mobil dari AS pada 15 Desember.

Berita dari Beijing ini menyalakan kembali kekhawatiran tentang perselisihan dari dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia dan prospek pertumbuhan global yang sudah terlihat goyah. 

Pengumuman tersebut menyeruak ketika para pemimpin G7 bersiap untuk bertemu di Prancis dan para bankir pusat berkumpul di Jackson Hole, Wyoming, untuk membahas isu-isu seperti perlambatan ekonomi global. 

Baca Juga: Menelisik jalan terjal yang dilewati Xiaomi untuk berekspansi di bisnis jasa keuangan

China juga berjanji pada awal pekan ini bahwa setiap tarif baru dari AS akan mengarah pada aksi balasan. 

Sebelumnya AS telah mengatakan akan menaikkan tarif pada beberapa barang China mulai 1 September, meskipun Trump telah menunda beberapa kenaikan itu di tengah turbulensi ekonomi yang terjadi.

Setelah Trump memberikan lampu hijau awal bulan ini untuk tarif 10% pada impor Cina hampir US$ 300 miliar yang belum China kemudian menghentikan pembelian barang-barang pertanian dan membiarkan yuan melemah.

Setelah itu, para negosiator telah berbicara via telepon agar bisa menciptakan kemajuan dalam pembicaraan perdagangan.

Baca Juga: Duh, Tarif Baru AS Bakal Pangkas Pertumbuhan Ekonomi China di Bawah 6%

Penasihat ekonomi Trump Larry Kudlow mengatakan kepada Fox Business Network bahwa pihaknya masih berencana untuk meminta tim Tiongkok datang ke Washington untuk melanjutkan negosiasi. "Saya tidak ingin memprediksi, tetapi kita akan lihat perkembangannya," kata Kudlow.




TERBARU

Close [X]
×