Kembali Meminta Bantuan Militer, Zelensky Sebut Rusia Tidak Akan Berhenti di Ukraina

Kamis, 30 Juni 2022 | 09:14 WIB   Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo
Kembali Meminta Bantuan Militer, Zelensky Sebut Rusia Tidak Akan Berhenti di Ukraina

ILUSTRASI. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.


KONTAN.CO.ID - KIEV. Presiden Ukraina Vlodomyr Zelensky, pada hari Rabu (29/6) mengingatkan kepada para pemimpin NATO bahwa ambisi Rusia tidak akan berhenti di Ukraina. Atas dasar itu, Zelensky kembali menuntut pengiriman bantuan militer agar Rusia bisa dihentikan.

Di hadapan para pemimpin NATO, Zelensky mengatakan Ukraina membutuhkan rudal modern dan sistem pertahanan udara untuk melawan artileri Rusia. Zelensky juga mengakui negaranya membutuhkan biaya bulanan sekitar US$5 miliar untuk melawan invasi Rusia.

"Dengan memberikannya kepada kami, Anda dapat sepenuhnya mematahkan taktik Rusia untuk menghancurkan kota dan meneror warga sipil," kata Zelensky, seperti dikutip Reuters.

Menurut Zelensky, sangat penting bagi NATO untuk memberi dukungan kepada Ukraina, baik dalam bentuk senjata, keuangan, maupun sanksi kepada Rusia yang bisa mengurangi kemampuan Rusia untuk membiayai perang.

Baca Juga: Terus Diserang Rusia, Zelensky Tekan G7 Kirim Banyak Senjata

Saat ini NATO sedang mengadaptasi strategi baru yang berdurasi 10 tahun, yang diharapkan bisa memberikan keamanan bagi masyarakat negara anggotanya.

Di tengah upaya itu, Zelensky meminta NATO juga melihat kesulitan yang dihadapi Ukraina saat ini sambil terus mendesak bantuan.

"Ukraina menderita serangan rudal jelajah, penyiksaan, pembunuhan anak-anak, pemerkosaan wanita. Dukungan keuangan untuk Ukraina sekarang tidak kalah pentingnya dengan bantuan senjata," kata sang presiden.

Rusia Berusaha Menyusun Tatatan Dunia di Masa Depan

Pada KTT NATO di Madrid hari Rabu, Zelensky juga mengingatkan bahwa ambisi Rusia tidak hanya terbatas di Ukraina. Di masa depan nanti, Ia melihat Rusia akan berusaha mengatur tatanan dunia.

Baca Juga: NATO Secara Dramatis Tingkatkan Pasukan Siaga Tinggi di Tengah Ancaman Rusia

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru