kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Kembali menyindir The Fed, Trump: Dollar yang kuat menghancurkan daya saing AS


Minggu, 03 Maret 2019 / 09:15 WIB


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - OXON HILL. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memperbarui kritiknya kepada the Federal Reserve pada Sabtu (2/3).  Mengutip Reuters, Trump menyatakan kebijakan pengetatan moneter oleh bank sentral AS itu berkontribusi pada penguatan dollar AS dan merusak daya saing AS.

"Kami memiliki seseorang di The Fed yang suka dollar sangat kuat," ujar Trump saat konferensi tahunan Conservative Political Action di Oxon Hill, Maryland.

"Saya ingin dollar yang kuat, tetap dolar yang  bagus untuk negara kita, bukan dollar yang begitu kuat sehingga menyulitkan kita berurusan dengan negara lain," ujar Trump.

Trump, yang menjadikan ekonomi sebagai bagian penting dari platform politiknya telah berulang kali mengkritik Federal Reserve dan ketuanya Jerome Powell, karena menaikkan suku bunga.

Setelah menaikkan suku bunga empat kali sepanjang tahun lalu, kini The Fed telah mengisyaratkan untuk lebih bersabar untuk melakukan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang prospek ekonomi di tengah volatiliats apsar keuangan, perlambatan ekonomi global dan perang dagang antara AS-China.

"Kami memiliki seseorang di The Fed yang menyukai pengetatan kuantitatif. Kami ingin dollar yang kuat, tetapi mari kita lebih masuk akal," Trump.

"Bisakah Anda bayangkan jika kami meninggalkan (tidak menaikkan) suku bunga... jika kami tidak melakukan pengetatan kuantitatif, ini akan menyebabkan dollar sedikit lebih lemah."

Mata uang yang lebih lemah umumnya akan membuat ekspor lebih kompetitif.

Powell mengatakan tak akan terpengaruh oleh tekanan politik dan memberikan pernyataan yang jelas tentang independensi The Fed pada awal Januari saat ia menyatakan tak akan mengundurkan diri, bahkan jika Trump memintanya untuk mundur.

Hal ini menyusul laporan pada pertengahan Desember bahwa Trump dan para penasihatnya telah membahas pemecatan Powell setelah The Fed menaikkan suku bunga lagi.

Saat ini suku bunga pinjaman overnight The Fed ada di kisaran 2,25%-2,5%.




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×