kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.623   70,00   0,40%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kemenlu China: Konsumen China bisa boikot Apple jika AS larang WeChat!


Jumat, 28 Agustus 2020 / 13:40 WIB
ILUSTRASI. Logo WeChat di China. REUTERS/Bobby Yip


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Juru bicara kementerian luar negeri China memperingatkan pada hari Jumat (28/8/2020), konsumen China dapat memboikot Apple jika Amerika Serikat melarang WeChat. 

Melansir Bangkok Post, Presiden AS Donald Trump pada bulan ini mengumumkan larangan mulai pertengahan September penggunaan WeChat dan aplikasi milik China lainnya, TikTok. Alasannya, AS menuduh mereka mengancam keamanan nasional, yang semakin memicu ketegangan antara Beijing dan Washington.

Namun juru bicara kementerian luar negeri Zhao Lijian menuliskan tweet; "Jika WeChat dilarang, maka tidak akan ada alasan mengapa konsumen China menyimpan produk iPhone dan Apple."

Baca Juga: Walmart ikut meramaikan persaingan akuisisi TikTok di Amerika Serikat

Bangkok Post memberitakan, Zhao mengatakan banyak konsumen China mengatakan mereka mungkin berhenti menggunakan iPhone jika WeChat dilarang di AS. Selain itu, Beijing juga menuduh AS melakukan penindasan ekonomi sistematis terhadap perusahaan non-AS dengan menargetkan aplikasi China.

Komentar tersebut menandai referensi langsung yang langka oleh Beijing untuk memboikot produk Amerika dan muncul ketika kedua negara bersaing di berbagai bidang termasuk aktivitas militer di Laut China Selatan, Hong Kong dan penanganan virus corona.

Baca Juga: AS dan China pertegas komitmen atas kesepakatan dagang tahap pertama

Pengguna media sosial Tiongkok pada hari Jumat menanggapi hal tersebut dengan beragam. "Saya menggunakan Apple, tapi saya juga mencintai negara saya. Ini bukan konflik," demikian kata salah satu pengguna di platform Weibo mirip Twitter. 




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×