Naik Level 4: Pemerintah AS melarang warganya pergi ke China

Jumat, 31 Januari 2020 | 10:34 WIB Sumber: Reuters
Naik Level 4: Pemerintah AS melarang warganya pergi ke China

ILUSTRASI. Ilustrasi virus corona. REUTERS/Thomas Peter


KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Pemerintah AS memperingatkan warganya untuk tidak melakukan perjalanan ke China. Alasannya, jumlah kematian akibat virus corona baru mencapai 213 pada hari Jumat dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan darurat kesehatan global.

Penasihat perjalanan Departemen Luar Negeri AS menaikkan peringatan perjalanan bagi China ke tingkat yang sama dengan Irak dan Afghanistan.

Dalam pemberitahuan yang diposting di situs resminya, departemen luar negeri AS mengatakan: "Jangan bepergian ke China karena coronavirus baru yang pertama kali diidentifikasi di Wuhan, China."

Jumlah korban tewas di Hubei, provinsi China di pusat epidemi, telah meningkat menjadi 204 dan ada 9.692 kasus infeksi secara nasional pada Kamis, kata otoritas kesehatan China. Sementara, sebanyak 129 kasus telah dilaporkan di 22 negara dan wilayah lain, tanpa kematian di luar Tiongkok.

Baca Juga: Termasuk Lion Air, ini daftar maskapai yang membatalkan penerbangan dari dan ke China

Reuters memberitakan, Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte bilang semua lalu lintas udara antara Italia dan China akan dihentikan, tindakan yang lebih drastis daripada yang dilakukan sebagian besar negara, setelah Italia mengumumkan kasus pertama yang dikonfirmasi pada dua wisatawan Tiongkok.

Tedros Adhanom Ghebreyesus, direktur jenderal WHO, mengatakan organisasi itu tidak merekomendasikan dan benar-benar menentang pembatasan perjalanan atau perdagangan dengan China.

Kekhawatiran internasional terhadap virus corona baru yang muncul di Wuhan, ibukota Hubei, pada bulan Desember, didorong oleh penyebarannya yang cepat dan fakta bahwa para ahli penyakit menular belum dapat mengetahui seberapa mematikan atau menularnya virus itu.

Baca Juga: Rekor kematian harian virus corona: 42 korban tewas di provinsi Hubei

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru