kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45950,15   -24,18   -2.48%
  • EMAS989.000 -0,20%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Kepala Intelijen Ukraina: Kudeta untuk Menggulingkan Vladimir Putin Sudah Berlangsung


Senin, 16 Mei 2022 / 05:31 WIB
Kepala Intelijen Ukraina: Kudeta untuk Menggulingkan Vladimir Putin Sudah Berlangsung
ILUSTRASI. Kepala intelijen militer Ukraina mengklaim, dirinya meyakini bahwa kudeta untuk menggulingkan Presiden Rusia Vladimir Putin sudah berlangsung di Rusia. Sputnik/Mikhail Metzel/Pool via REUTERS


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - LONDON. Kepala intelijen militer Ukraina mengklaim, dirinya meyakini bahwa kudeta untuk menggulingkan Presiden Rusia Vladimir Putin sudah berlangsung di Rusia. Dia mengatakan, perang kemungkinan akan berakhir pada akhir tahun.

Berbicara kepada Sky News dalam sebuah artikel yang diterbitkan Sabtu, Mayor Jenderal Kyrylo Budanov mengatakan dia “optimis” tentang kekalahan Rusia. Dia lantas menunjukkan bahwa kekalahan itu akan menyebabkan Putin dicopot dari kekuasaan.

"Ini pada akhirnya akan mengarah pada perubahan kepemimpinan Federasi Rusia," kata Budanov. "Proses ini sudah diluncurkan."

Ketika ditanya apakah "kudeta" sedang berlangsung, dia mengatakan kepada Sky News: "Ya. … Mereka bergerak dengan cara ini, dan tidak mungkin untuk menghentikannya.”

Menurut Sky News, keterangan Budanov diragukan setelah diduga menyebarkan propaganda. "Ini pekerjaan saya. Jika bukan saya, siapa yang akan tahu ini?" katanya.

Baca Juga: Jokowi: Hentikan Perang di Ukraina Sekarang Juga

Sementara itu, Gordon B. Davis Jr., mantan wakil asisten sekretaris jenderal divisi investasi pertahanan NATO, mengatakan kepada Sky News dalam wawancara lain bahwa dia tidak “berpikir kita akan melihat kudeta dalam waktu dekat.”

“Sulit untuk berbicara tentang kredibilitas kemungkinan seperti itu,” katanya. "Saya tidak menaruh banyak kepercayaan sekarang ke dalam rumor."

Budanov menambahkan dalam wawancaranya bahwa sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari, taktik militer pasukan Rusia tidak berubah, meskipun fokus mereka beralih ke Ukraina timur.

“Titik puncaknya akan terjadi pada paruh kedua Agustus,” katanya. "Sebagian besar aksi tempur aktif akan selesai pada akhir tahun ini. Akibatnya, kami akan memperbarui kekuatan Ukraina di semua wilayah kami yang telah hilang, termasuk Donbas dan Krimea."

Sky News mencatat bahwa prediksi mayor jenderal bahwa Rusia akan menyerang tahun ini—pada saat pejabat lain skeptis—telah benar.

Baca Juga: Menlu Inggris: Vladimir Putin Mempermalukan Dirinya Sendiri di Panggung Dunia

Selama wawancara, Budanov juga mengklaim bahwa Putin saat ini dalam "kondisi psikologis dan fisik yang sangat buruk, dan dia sangat sakit." Dalam beberapa tahun terakhir, ada banyak spekulasi tentang dugaan kesehatan Putin yang buruk.

Melansir Fortune, The Sunday Times baru-baru ini melaporkan bahwa Putin menderita kanker darah. Artikel itu  mengutip seorang oligarki Rusia yang tidak disebutkan namanya yang memiliki hubungan dekat dengan Kremlin. 

Menurut Independent, sebuah video baru-baru ini muncul kembali menunjukkan Putin gemetar saat menyambut pemimpin Belarusia Alexander Lukashenko pada pertengahan Februari.

Hal itu memicu spekulasi bahwa Putin menderita penyakit Parkinson.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Financial Modeling & Corporate Valuation Fundamental Supply Chain Planner Development Program (SCPDP)

[X]
×