Sumber: Daily Beast | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Sebagai tanggapan, Eropa mengajukan versi rencana lain yang diperbarui. Rencana itu memindahkan pembahasan penyerahan wilayah ke tahap pasca-gencatan senjata, dan menaikkan batas kekuatan militer Ukraina agar negara tersebut tetap mampu mempertahankan diri dengan efektif. Negosiasi masih berlangsung.
Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan komentar dari The Daily Beast.
Juru bicara Anna Kelly mengatakan kepada The Wall Street Journal:
“Pemerintahan Trump telah mengumpulkan masukan dari pihak Ukraina dan Rusia untuk merumuskan kesepakatan perdamaian yang dapat menghentikan pembunuhan dan mengakhiri perang ini. Seperti yang dikatakan Presiden, tim keamanan nasionalnya telah membuat kemajuan besar minggu lalu, dan kesepakatan akan terus disempurnakan setelah pembicaraan dengan pejabat dari kedua pihak.”
Namun meski laporan The Journal merinci banyak cara di mana pihak Amerika dan Rusia dapat meraup keuntungan dari kesepakatan perdamaian, masih belum jelas bagaimana Ukraina akan mendapat manfaat.
Tonton: Ukraina Sepakati Perjanjian Damai dengan Rusia, Perang Segera Usai?
Utusan khusus Trump untuk Ukraina, mantan Letnan Jenderal Keith Kellogg, mengatakan ia mengundurkan diri setelah dipinggirkan dari pembicaraan perdamaian. Pada Oktober, Presiden Trump menolak permintaan Ukraina atas rudal Tomahawk yang dianggap dapat membantu posisi negosiasi mereka dengan Rusia.
Sebagai gantinya, Witkoff menyarankan agar Ukraina meminta pembebasan tarif selama 10 tahun untuk “mengakselerasi” ekonominya.













