kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Kesepakatan Diam-Diam Trump: Ukraina, Rusia, dan Bisnis Triliunan Dolar


Senin, 01 Desember 2025 / 04:37 WIB
Kesepakatan Diam-Diam Trump: Ukraina, Rusia, dan Bisnis Triliunan Dolar
ILUSTRASI. Inti dari rencana kontroversial Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina bukan soal perdamaian, tetapi soal keuntungan. REUTERS/Anna Rose Layden


Sumber: Daily Beast | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Berita mengejutkan datang dari laporan panjang The Wall Street Journal yang dipublikasikan Jumat (28/11/2025) lalu.

Melansir The Daily Beast, inti dari rencana kontroversial Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina bukan soal perdamaian, tetapi soal keuntungan.

Utusan Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner, sedang bernegosiasi dengan pejabat Rusia untuk memastikan bisnis Amerika dan teman-teman Trump, berada dalam posisi untuk meraup keuntungan besar setelah perang berakhir.

“Rusia memiliki begitu banyak sumber daya besar, bentangan tanah yang luas,” kata Witkoff, yang minggu lalu tertangkap sedang memberi arahan kepada Rusia tentang cara terbaik mengambil hati presiden, kepada The Wall Street Journal.

Witkoff berbicara tentang masa depan di mana Rusia, AS, dan Ukraina menjadi mitra bisnis.

“Jika kita melakukan semua itu, dan semua pihak makmur serta menjadi bagian darinya, dan semuanya memperoleh keuntungan, maka hal itu secara alami menjadi benteng yang mencegah konflik di masa depan. Karena semuanya berkembang,” kata Witkoff.

Bagi Witkoff, Kushner, dan Rusia, tujuan yang dilaporkan adalah menghidupkan kembali ekonomi Rusia senilai US$ 2 triliun melalui kerja sama usaha Rusia-AS. Di pusat negosiasi terdapat US$ 300 miliar aset bank sentral Rusia yang dibekukan, yang ingin diberikan Rusia kepada perusahaan AS untuk proyek investasi dan rekonstruksi Ukraina yang dipimpin AS.

Baca Juga: Buffett Diam-Diam Taruh 25% Portofolionya di Saham AI — Ini Daftarnya

Kirill Dmitriev, kepala dana kekayaan negara Rusia, telah menawarkan peluang usaha besar Rusia-AS, termasuk eksploitasi sumber daya mineral Arktik dan kerja sama dengan SpaceX dalam misi gabungan ke Mars.

Uang dari proyek semacam itu akan mengalir ke teman-teman Trump dan para pendonor besarnya. Gentry Beach, pendiri firma investasi America First Global, teman kuliah Donald Trump Jr. sekaligus donor kampanye Trump, tengah dalam pembicaraan untuk membeli saham proyek gas Arktik Rusia jika sanksi dicabut, menurut The Journal.

Donor besar Trump lainnya, Stephen P. Lynch, bekerja sama dengan Trump Jr. untuk membeli pipa Nord Stream 2, jalur gas penting yang menghubungkan Rusia ke Eropa.

Dengan berkoordinasi dalam proyek bisnis menguntungkan bersama AS, Rusia percaya dapat menjadi kekuatan ekonomi besar di Eropa sekaligus memecah hubungan antara AS dan sekutu tradisionalnya di Eropa.

Eropa menolak rencana perdamaian Trump yang berisi 28 poin, yang disusun Witkoff berdasarkan rancangan Rusia, dengan alasan rencana itu terlalu menguntungkan Rusia. Isi rencana tersebut mengharuskan Ukraina menyerahkan wilayah dan mengurangi kapasitas militernya, yang pada dasarnya melemahkan kedaulatan negara itu. Rencana ini juga tidak populer di Amerika Serikat dan mendapat penolakan kuat dari Partai Republik.

Baca Juga: OPEC+ Sepakat Mempertahankan Tingkat Produksi Minyak Kuartal I-2026




TERBARU

[X]
×