Ketegangan Meningkat, Putin Tidak Lagi Berjanji Bukan yang Pertama Gunakan Nuklir

Kamis, 08 Desember 2022 | 00:15 WIB Sumber: Bloomberg
Ketegangan Meningkat, Putin Tidak Lagi Berjanji Bukan yang Pertama Gunakan Nuklir


KONTAN.CO.ID -  MOSKOW. Perang Rusia dengan Ukraina kembali meningkatkan ancaman perang nuklir di dunia. Rusia, salah satu kekuatan nuklir mulai menunjukkan sinyal kuat untuk menggunakan senjata itu bila posisinya terancam.

Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa persenjataan nuklir Rusia sebagai "faktor pencegah" dalam konflik. Namun Putin berhenti berjanji untuk tidak menjadi yang pertama menggunakan senjata nuklir.

Putin juga menegaskan kembali bahwa Rusia akan membela diri dan sekutunya dengan segala cara mereka jika diperlukan.

Baca Juga: Senjata Energi Putin Bakal Tewaskan Lebih Banyak Warga Eropa Dibanding Perang Ukraina

Hal itu dikatakan Putin dalam komentar yang disiarkan televisi pada Rabu di pertemuan dewan hak asasi manusia Kremlin.

Putin menyalahkan AS dan sekutunya karena membuat ancaman nuklir.

“Kami tidak akan mengacungkan mereka (nuklir) seperti pisau cukur, berkeliaran di seluruh dunia, tetapi kami tentu saja melanjutkan dari fakta bahwa mereka ada di sana,” katanya tentang gudang senjata Rusia. 

“Ini tentu saja merupakan faktor pencegah, tidak memprovokasi perluasan konflik tetapi pencegah dan saya harap semua orang memahami ini,” tandasnya.

Namun Putin menolak untuk mendukung seruan anggota dewan hak asasi manusia untuk menyatakan secara terbuka bahwa Rusia tidak akan pernah menggunakan senjata terlebih dahulu. 

Baca Juga: Parlemen Rusia Mengesahkan Undang-Undang yang Melarang Propaganda LGBT

“Jika Anda tidak menggunakannya terlebih dahulu, itu berarti Anda juga tidak menggunakannya lagi,” katanya.

Putin mencatat bahwa doktrin Rusia didasarkan pada tanggapan yang meyakinkan terhadap serangan apa pun. “Kami tidak kehilangan akal, kami mengerti apa itu senjata nuklir,” katanya.

Editor: Noverius Laoli

Terbaru