kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Ketidakpastian Brexit berlanjut, perusahaan Inggris memangkas investasinya tahun ini


Senin, 17 Juni 2019 / 10:55 WIB
Ketidakpastian Brexit berlanjut, perusahaan Inggris memangkas investasinya tahun ini

Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - LONDON. Sebuah survei menunjukkan perusahaan-perusahaan Inggris sepertinya akan memangkas investasi yang terbesar dalam 10 tahun terakhir pada 2019 di saat krisis Brexit berlanjut. 

Mengutip Reuters, Kamar Dagang Inggris (British Chamber of Commerce/BCC) pada Senin (17/6) mengatakan, investasi yang menjadi kunci produktivitas dan pertumbuhan pembayaran diperkirakan turun 1,3% pada tahun ini dan akan tumbuh 0,4% pada tahun 2020.


BCC menaikkan perkiraan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan pada tahun 2019 menjadi 1,3%.

Tetapi kelompok pengusaha memangkas perkiraan pertumbuhan tahun 2020 menjadi 1%, turun tajam dari perkiraan sebelumnya yang sebesar 1,3% dan hanya akan naik menjadi 1,2% pada tahun 2021.

Direktur Jenderal BCC Adam Marshall mengatakan, perusahaan tidak dapat melanjutkan rencana jangka panjang lantaran ketidakpastian Brexit berlanjut.

"Bisnis menempatkan sumber daya ke dalam rencana kontingensi, seperti persediaan, ketimbang berinvestasi yang akan memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi jangka panjang," jelas Marshall.

"Ini sama sekali tidak berkelanjutan. Komunitas bisnis mengharapkan perdana menteri berikutnya dengan cepat menemukan jalan masuk akal dan pragmatis untuk menghindari Brezxit yang tidak beraturan."

Asal tahu saja, Perdana Menteri Theresa May telah mengundurkan diri sebagai pemimpin Partai Konservatif yang berkuasa dan penggantinya akan dipilih pada Juli nanti.

Dengan hubungan Inggris dan Uni Eropa yang belum jelas, beberapa perusahaan keuangan telah mendirikan operasi di negara-negara Uni Eropa lainnya dan produsen mobil telah mengurangi rencana ekspansinya di Inggris.

Data resmi menunjukkan investasi bisnis melorot sepanjang 2018 dan menjadi yang terpanjang sejak krisis keuangan global, sebelum naik pada awal 2019.

Menteri Keuangan Inggris Philip Hammond mengatakan, ia berharap akan ada pemulihan investasi bisnis setelah kesepakatan Brexit dilakukan.

 




TERBARU

Close [X]
×