kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45948,56   1,41   0.15%
  • EMAS969.000 -0,82%
  • RD.SAHAM -1.34%
  • RD.CAMPURAN -0.36%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.03%

Kim Jong Un Kecam Penanganan Negaranya terhadap Wabah Covid-19


Rabu, 18 Mei 2022 / 12:45 WIB
Kim Jong Un Kecam Penanganan Negaranya terhadap Wabah Covid-19
ILUSTRASI. Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menghadiri pertemuan Partai Buruh mengenai respons penyebaran Covid-19 dalam foto tidak bertanggal yang dirilis KCNA, Sabtu (14/5/2022). KCNA via REUTERS.


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengecam penanganan negaranya terhadap wabah Covid-19 lantaran tidak matang, menuduh pejabat pemerintah tidak memadai dan lamban ketika kasus demam melanda negara itu.

Korea Utara melaporkan 232.880 orang dengan gejala demam dan enam kematian lagi, setelah negara itu mengungkapkan wabah Covid-19 pertama pekan lalu. Tidak disebutkan, berapa banyak orang yang dites positif terkena virus corona.

Memimpin pertemuan Politbiro Partai Buruh yang berkuasa pada Selasa (17/5), Kim mengatakan, "ketidakmatangan dalam kapasitas negara untuk mengatasi krisis meningkatkan kompleksitas dan kesulitan" dalam memerangi pandemi, menurut KCNA Rabu (18/5).

Mengutip Reuters, sejak pengakuan pertama wabah Covid-19, Korea Utara telah melaporkan 1,72 juta pasien dengan gejala demam, termasuk 62 kematian pada Selasa malam.

Baca Juga: Ahli: Korea Utara di Ambang Malapetaka Covid-19!

Tapi, Korea Utara juga mengatakan, situasi Covid-19 menempuh "belokan yang menguntungkan", dan pertemuan partai membahas "cara mempertahankan peluang bagus di bidang pencegahan epidemi secara keseluruhan".

Laporan itu tidak memerinci atas dasar apa Korea Utara sampai pada penilaian positif seperti itu. 

Korea Utara belum memulai vaksinasi massal dan memiliki kemampuan pengujian yang terbatas, membuat banyak ahli khawatir, mungkin sulit untuk menilai seberapa luas dan cepat penyakit ini menyebar.

KCNA melaporkan, Korea Utara telah mendorong untuk lebih menangani "pengumpulan, pengangkutan, dan pengujian spesimen dari orang-orang yang demam, sambil memasang fasilitas karantina tambahan".

Baca Juga: WHO: Ada Risiko Kelahiran Varian Covid-19 Baru di Korea Utara

Pejabat kesehatan Korea Utara, KCNA menyebutkan, telah mengembangkan panduan pengobatan Covid-19 yang bertujuan untuk mencegah overdosis obat dan masalah lainnya.

Pejabat dan peneliti telah meningkatkan upaya untuk "mengembangkan dan memproduksi obat secara besar-besaran yang efektif dalam pengobatan infeksi virus ganas dan menetapkan diagnosis dan metode pengobatan yang lebih rasional," KCNA mengatakan.

Tetapi, KCNA tidak memberikan perincian tentang obat apa yang Korea Utara gunakan.

Dalam menghadapi wabah Covid-19 yang "meledak", Korea Utara telah mengerahkan angkatan bersenjata, termasuk 3.000 staf medis militer, untuk sistem pengiriman obat 24 jam. 

Kemudian, 500 kelompok respons untuk mengonfirmasi dan merawat pasien yang terinfeksi. Televisi pemerintah Korea Utara menunjukkan sejumlah besar tentara berkumpul di alun-alun untuk mendukung pekerjaan anti-virus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Financial Modeling & Corporate Valuation Fundamental Supply Chain Planner Development Program (SCPDP)

[X]
×