kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45806,19   -5,40   -0.67%
  • EMAS1.055.000 -0,94%
  • RD.SAHAM -0.34%
  • RD.CAMPURAN -0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Kini giliran Gavilan Resources ajukan kebangkrutan di pengadilan AS


Minggu, 17 Mei 2020 / 12:34 WIB
Kini giliran Gavilan Resources ajukan kebangkrutan di pengadilan AS
ILUSTRASI. A 3D-printed oil pump jack is seen in front of a displayed stock graph and '$0 Barrel' words in this illustration picture, April 20, 2020. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo

Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - HOUSTON. Grup Blackstone yakni Gavilan Resources LLC mengajukan kebangkrutan Bab 11 pada Jumat malam (15/5). Ini menyusul jatuhnya harga minyak tahun ini.

Dalam pengajuannya di Pengadilan Kepailitan Amerika Serikat (AS) di Houston, pasca mengakuisisi aset serpih minyak Texas senilai US$ 2,3 miliar pada tahun 2017, Gavilan mencatatkan utang terjamin lebih dari US$ 550 juta. 

Seperti dikutip Reuters, Gavilan berencana untuk menjual asetnya. Manajemen telah menyewa bankir investasi Lazard Freres & Co dan menunjuk pengacara Weil, Gotshal & Manges dan Vinson & Elkins sebagai penasihat kebangkrutan.

Baca Juga: Blackstone naikkan tawar untuk akuisisi jaringan hotel Jepang, Unizo Holding

Harga minyak tahun ini turun lebih dari 60% karena jatuhnya permintaan untuk bahan bakar akibat lockdown. Selain itu, alasan kebangkrutan Gavilan juga datang dari tekanan  pertempuran hukum yang pahit dengan mitra usahanya Sanchez Energy Corp. Mereka mengakuisisi 155.000 hektare (ha) di ladang minyak Eagle Ford Shale Texas dari Anadarko Petroleum.

Gavilan dan Sanchez telah terlibat dalam gugatan atas pengembangan dan kepemilikan properti. Gugatan itu akan dilanjutkan 22 Mei.

Sanchez juga mengajukan Bab 11 tahun lalu karena penurunan harga minyak. Perusahaan ini butuh lebih dari US$ 2 miliar utang untuk membantunya tumbuh melalui akuisisi. Rencana restrukturisasi telah dikonfirmasi tetapi belum efektif, kata pengadilan.

Jatuhnya harga minyak tahun ini telah menyebabkan produsen serpih yang sarat utang termasuk Occidental Petroleum dan Chesapeake Energy untuk berupaya merestrukturisasi pinjaman mereka. Pada bulan April, Whiting Petroleum menjadi kebangkrutan serpih terbesar sejak pandemi corona memangkas permintaan.



TERBARU

[X]
×