kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45994,16   -8,36   -0.83%
  • EMAS1.133.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Klaim Pengangguran Mingguan AS Meningkat Secara Moderat


Kamis, 07 Desember 2023 / 22:59 WIB
Klaim Pengangguran Mingguan AS Meningkat Secara Moderat
ILUSTRASI. A man lays on a bench at Times Square in New York City, U.S., June 11, 2021. Picture taken June 11, 2021. REUTERS/Shannon Stapleton


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON - Jumlah warga Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran mengalami peningkatan moderat pada minggu lalu, menunjukkan bahwa momentum pasar tenaga kerja perlahan berkurang akibat biaya pinjaman yang lebih tinggi yang membatasi permintaan dalam perekonomian yang lebih luas.

Laporan klaim pengangguran mingguan dari Departemen Tenaga Kerja pada hari Kamis juga mencatat penurunan jumlah pengangguran pada akhir November setelah klaim lanjutan mencapai level tertinggi dalam dua tahun pada pertengahan bulan tersebut.

Meskipun laporan yang beragam ini mendukung pandangan para ekonom bahwa Federal Reserve kemungkinan akan menaikkan suku bunga dalam siklus ini, hal ini menunjukkan bahwa ekspektasi pasar keuangan terhadap penurunan suku bunga pada kuartal pertama terlalu optimistis.

Baca Juga: Klaim Pengangguran Mingguan di Amerika Naik

"Belum ada penurunan kumulatif di pasar tenaga kerja yang menyebabkan para ketua The Fed sebelumnya beralih dengan cepat dari kenaikan suku bunga ke penurunan suku bunga untuk mendukung perekonomian," ujar Christopher Rupkey, kepala ekonom FWDBONDS di New York.

"Data tersebut akan membuat The Fed tidak melakukan pengawasan secara hati-hati karena risiko melakukan terlalu banyak atau terlalu sedikit tindakan yang seimbang."

Klaim awal tunjangan pengangguran negara bagian naik sebanyak 1.000 menjadi 220.000 yang disesuaikan secara musiman untuk pekan yang berakhir pada 2 Desember, Departemen Tenaga Kerja menyatakan pada hari Kamis. Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan 222.000 klaim pada minggu terakhir.

Data klaim menjadi tidak stabil saat ini karena adanya hari libur, sehingga lebih sulit untuk mendapatkan sinyal yang jelas mengenai pasar tenaga kerja.

Baca Juga: Wall Street Memperpanjang Rally, Pasar Saham Fokus pada Fed dan Lelang Treasury

Klaim yang belum disesuaikan meningkat sebanyak 93.761 menjadi 293.511 pada minggu lalu. Klaim di California melonjak sebanyak 14.057, sementara pengajuan di New York melonjak 9.343.

Texas melaporkan lonjakan klaim sebesar 7.698, dan permohonan meningkat sebanyak 6.481 di Georgia. Hampir selusin negara bagian lainnya, termasuk Illinois, Indiana, Pennsylvania, dan Oregon, melaporkan klaim di atas 2.000.

Laporan terpisah dari perusahaan penempatan tenaga kerja global Challenger, Gray & Christmas pada hari Kamis menunjukkan bahwa perusahaan berbasis di AS mengumumkan 45.510 pemutusan hubungan kerja pada bulan November, naik sebanyak 24% dari bulan Oktober. Namun, rencana pemutusan hubungan kerja turun sebanyak 41% dibandingkan tahun lalu.

Baca Juga: Risiko PHK Akibat Boikot, Ini Pandangan Pengusaha hingga Ekonom

Pemerintah melaporkan minggu ini bahwa terdapat 1,34 lowongan pekerjaan untuk setiap pengangguran pada bulan Oktober, terendah sejak Agustus 2021.

Saham-saham AS dibuka lebih tinggi. Dolar melemah terhadap sekeranjang mata uang. Imbal hasil Treasury AS naik.




TERBARU

[X]
×