Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. Bursa saham Hong Kong dan China jatuh pada perdagangan hari ini karena konflik yang meningkat di Timur Tengah yang menyebabkan harga minyak melonjak, mengancam pertumbuhan global dan memukul selera risiko di pasar di seluruh Asia.
Senin (9/3/2026), indeks Hang Seng di Hong Kong anjlok 3% pada perdagangan awal ke level terendah enam bulan.
Indeks CSI300 China yang berisi saham-saham unggulan turun 2% ke level terendah untuk tahun 2026. Sementara, Indeks Komposit Shanghai melemah sekitar 1,5%.
Sementara itu, yuan China mencapai level terlemah dalam sebulan terhadap dolar yang menguat.
Di sisi lain, indeks Nikkei Jepang turun lebih dari 6% dalam aksi jual besar-besaran.
Baca Juga: Parlemen Korsel Akan Menyelesaikan RUU Investasi AS Sesuai Kesepakatan Perdagangan
Saham-saham terkait chip turun, dengan Advantest dan Tokyo Electron masing-masing kehilangan 9,5% dan 7,2%. Investor teknologi SoftBank Group anjlok 9,45%.
Perusahaan eksplorasi minyak Inpex naik 1,86%.
Indeks pertambangan Topix naik 1% dan merupakan satu-satunya indeks yang naik di antara 33 sub-indeks industri Bursa Efek Tokyo.
Harga minyak melonjak karena perang AS-Israel yang meluas dengan Iran menyebabkan beberapa produsen minyak utama Timur Tengah memangkas pasokan dan karena kekhawatiran akan gangguan berkepanjangan terhadap pengiriman melalui jalur sempit Selat Hormuz.
Saham-saham Asia anjlok karena prospek bahwa perang di Timur Tengah dapat menyebabkan konsumen dan bisnis di seluruh dunia menghadapi kenaikan harga bahan bakar selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan, mengancam perekonomian global yang sudah rapuh.













