Reporter: Harris Hadinata | Editor: Harris Hadinata
KONTAN.CO.ID - PARIS. Aktivitas sektor jasa Prancis mengalami kontraksi yang lebih dalam pada Agustus 2026 seiring melemahnya permintaan. Purchasing managers’ index (PMI) sektor jasa Prancis turun dari 49,6 pada Juli menjadi 48,0 pada Agustus.
Penurunan aktivitas tersebut merupakan yang pertama sejak Mei. Penurunan aktivitas ini terutama dipicu melemahnya permintaan.
Setelah sempat mencatat perbaikan tipis pada Juli, jumlah bisnis baru yang diterima perusahaan jasa Prancis kembali turun pada Agustus. Dengan demikian, permintaan memburuk untuk kedelapan kalinya dalam sembilan bulan terakhir.
Cuaca panas ekstrem yang terjadi selama musim panas juga disebut sejumlah perusahaan sebagai penyebab turunnya penjualan dan aktivitas. “Kita mungkin perlu sedikit mengabaikan angka Agustus, mengingat panas ekstrem yang terjadi pada musim panas ini,” papar Joe Hayes, Senior Principal Economist S&P Global Market Intelligence, dalam rilis pers, Kamis (3/9/2026).
Penurunan bisnis baru secara keseluruhan tergolong moderat. Namun, tekanan lebih besar berasal dari permintaan internasional. Penjualan kepada klien luar negeri turun dengan laju yang lebih cepat, dengan tingkat penurunannya menjadi yang terkuat sejak Mei.
Baca Juga: PMI Sektor Jasa Italia Mencapai Level Tertinggi dalam Hampir 3,5 Tahun
Jumlah pekerja di sektor jasa Prancis juga kembali berkurang pada Agustus. Dengan demikian, penurunan tenaga kerja sektor jasa telah berlangsung selama empat bulan berturut-turut.
Berdasarkan keterangan perusahaan, salah satu cara yang umum digunakan untuk mengurangi jumlah pekerja adalah tidak mengganti karyawan yang keluar. Sebagian responden juga melaporkan pengurangan jumlah pekerja tetap.
Kendati begitu, sektor jasa Prancis tetap menghadapi tantangan. “Dengan periode pemilu 2027 yang semakin dekat, perusahaan tetap berhati-hati terhadap tahun mendatang, dengan tingkat kepercayaan jauh di bawah rata-rata jangka panjang,” imbuh Hayes.
Kendati begitu, optimisme perusahaan jasa Prancis terhadap kondisi bisnis dalam 12 bulan mendatang sebenarnya masih positif. Perusahaan yang disurvei menyebut, ketidakpastian politik, penurunan permintaan dari klien, serta kondisi ekonomi global yang menantang menjadi faktor yang menekan kepercayaan perusahaan.
Baca Juga: Data S&P Global: Indeks PMI Sektor Jasa Spanyol Melemah Tipis ke 57,8
Sementara itu, tekanan harga kembali meningkat. Data Agustus menunjukkan kenaikan tajam biaya input, dengan bahan bakar disebut perusahaan sebagai salah satu sumber utama tekanan harga. Tingkat inflasi biaya input meningkat untuk pertama kalinya sejak Mei, meski kenaikannya hanya tipis.
Perusahaan jasa juga menaikkan harga yang mereka kenakan kepada pelanggan dengan lebih agresif pada Agustus. Tingkat kenaikan harga jasa mencapai level tertinggi dalam tiga bulan.














