kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.639.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.676   -107,00   -0,60%
  • IDX 6.668   72,11   1,09%
  • KOMPAS100 872   13,18   1,53%
  • LQ45 663   10,90   1,67%
  • ISSI 232   2,15   0,94%
  • IDX30 371   5,78   1,58%
  • IDXHIDIV20 459   8,65   1,92%
  • IDX80 100   1,57   1,60%
  • IDXV30 127   2,77   2,24%
  • IDXQ30 119   2,33   2,00%

Data S&P Global: Indeks PMI Sektor Jasa Spanyol Melemah Tipis ke 57,8


Kamis, 03 September 2026 / 19:14 WIB
Data S&P Global: Indeks PMI Sektor Jasa Spanyol Melemah Tipis ke 57,8
ILUSTRASI. PMI sektor jasa Spanyol tercatat berada di level 57,8 pada Agustus, turun dari 58,3 pada Juli. (REUTERS/Violeta Santos Moura)


Reporter: Harris Hadinata | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - MADRID. Aktivitas sektor jasa Spanyol kembali mencatat pertumbuhan kuat pada Agustus 2026. Berdasarkan rilis S&P Global, Kamis (3/9/2026), PMI sektor jasa Spanyol tercatat berada di level 57,8 pada Agustus, turun dari 58,3 pada Juli.

Meski melemah dari level tertinggi terbaru tersebut, realisasi indeks di Agustus merupakan capaian terbaik kedua dalam hampir tiga setengah tahun. PMI sektor jasa juga masih menunjukkan pertumbuhan aktivitas yang kuat.

Permintaan domestik kembali menjadi sumber utama perolehan penjualan. Ekspor baru juga meningkat, meski relatif moderat karena ketidakpastian geopolitik masih membebani permintaan dari luar negeri.

 “Setelah kelesuan pada musim semi, perekonomian sektor jasa Spanyol mempertahankan pemulihan kuat yang didorong pasar domestik pada Agustus, kembali mencatat peningkatan aktivitas dan pekerjaan baru di atas tren yang juga termasuk yang terbaik pada periode pascapandemi,” kata Paul Smith, Economics Associate Director S&P Global Market Intelligence, dalam rilis pers, Kamis (3/9/2026).

Pertumbuhan tercatat di sebagian besar sektor jasa swasta pada Agustus. Hanya sektor transportasi yang mencatat penurunan bersih dalam aktivitas. Sebaliknya, sektor jasa komersial dan profesional serta keuangan dan properti mencatat kinerja yang sangat kuat, baik dari sisi output maupun penjualan.

Baca Juga: Harga Kopi Vietnam Turun, Robusta Indonesia Malah Makin Premium

Kinerja sektor jasa yang kuat juga mendorong perusahaan menambah jumlah pekerja. Tingkat pekerjaan secara keseluruhan telah meningkat dalam setiap bulan selama hampir empat tahun.

Namun, pertumbuhan tenaga kerja melambat dibandingkan Juli dan mencapai level terendah dalam empat bulan. Penyebabnya, sejumlah perusahaan memilih tidak mengganti pekerja yang keluar.

Menurut Smith, ketidakpastian terhadap prospek ekonomi menjadi salah satu faktor yang membuat perusahaan lebih berhati-hati dalam perekrutan. Perusahaan terutama mewaspadai faktor yang berkaitan dengan geopolitik.

“Ini membuat perusahaan sedikit berhati-hati dalam merekrut pekerja tambahan,” papar Smith.

Di sisi lain, tekanan terhadap kapasitas perusahaan semakin meningkat. Data terbaru menunjukkan jumlah pekerjaan yang belum terselesaikan meningkat untuk bulan ketiga berturut-turut pada Agustus. Laju kenaikannya juga menguat dan mencapai tingkat tertinggi sejak Desember 2024.

Baca Juga: Standard Chartered Perluas Perdagangan Kripto ke UEA

Sementara itu, tekanan biaya input kembali meningkat, terutama akibat kenaikan biaya energi dan bahan bakar. Tekanan upah turut mendorong kenaikan biaya operasional secara keseluruhan.

Meski demikian, dengan semakin jarangnya perusahaan menyebut faktor-faktor utama tersebut sebagai sumber tekanan inflasi, kenaikan harga secara keseluruhan menjadi yang paling rendah sejak awal tahun.

Di tengah perkembangan tersebut, kepercayaan perusahaan terhadap prospek bisnis melemah pada Agustus hingga mencapai level terendah dalam tiga bulan. Tingkat sentimen juga berada jauh di bawah tren, meskipun banyak perusahaan berharap terjadi stabilisasi kondisi geopolitik dan lingkungan ekonomi makro dalam setahun ke depan.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×