Korea Investment Corp Akan Berinvestasi di Metaverse dan AI Senilai US$ 200 Miliar

Jumat, 11 Februari 2022 | 10:26 WIB   Reporter: Adrianus Octaviano
Korea Investment Corp Akan Berinvestasi di Metaverse dan AI Senilai US$ 200 Miliar

ILUSTRASI. Bendera Korea Selatan


KONTAN.CO.ID - SEOUL. Korea Investment Corp (KIC) berencana menggunakan dana kekayaan senilai US$ 200 miliar untuk meningkatkan investasi di perusahaan rintisan Silicon Valley karena melihat ke metaverse dan kecerdasan buatan (AI) yang bisa mempercepat ekspansinya dalam aset alternatif.

CEO KIC, Seoungho Jin melihat aset alternatif akan menyumbang sekitar 25% dari portofolio KIC pada tahun 2025, dibandingkan sekitar 17% tahun lalu. Sehingga, aset yang dikelola akhirnya meningkat menjadi US$ 300 miliar.

“Beberapa investor mengatakan Lembah Silikon sudah jenuh, yang harus saya akui sebagian benar, tetapi itu masih merupakan sumber pertumbuhan global. Masih ada banyak peluang bagus, jika Anda mengejarnya dengan penuh semangat,” ujar Jin dikutip dari bloomberg, Jumat (11/2).

Konsep metaverse yang mendominasi perhatian adalah untuk versi internet yang imersif, di mana setiap orang dapat berinteraksi, bermain game, dan menyelesaikan tugas sebagai avatar digital, menggunakan alat seperti kacamata virtual atau augmented reality.

Baca Juga: Korea Selatan Terapkan Perawatan Covid-19 Mandiri di Tengah Lonjakan Kasus Omicron

Selain itu, Jin juga akan menambah jumlah karyawan di hedge fund di San Francisco pada tahun ini untuk mengeksplorasi investasi di bidang teknologi, kesehatan, dan usaha hijau di Silicon Valley

“KIC juga akan memasukkan lebih banyak uang ke saham teknologi, sambil mengevaluasi peluang di saham keuangan, yang mungkin mendapat manfaat dari suku bunga yang lebih tinggi,” imbuh Jin.

Selain meningkatkan aset, Jin juga ingin membuat manajemen risiko lebih canggih dan proses pengambilan keputusan lebih transparan.

Dia melihat KIC ini menyediakan penyangga ekonomi bagi Korea Selatan untuk memastikan tidak pernah mengulangi peristiwa 1997, ketika dipaksa untuk mencari pinjaman dari Dana Moneter Internasional. 

Menggarisbawahi poin ini, Jin mencatat bahwa keuntungan US$ 20 miliar yang dibuat KIC pada tahun 2020 lebih besar dari pinjaman darurat.

Editor: Herlina Kartika Dewi

Terbaru