kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Korea Selatan dan Amerika Serikat gagal sepakati perdagangan bebas


Jumat, 12 November 2010 / 11:18 WIB
Korea Selatan dan Amerika Serikat gagal sepakati perdagangan bebas
ILUSTRASI. Proyek simpang susun Semanggi


Reporter: Edy Can, AP | Editor: Edy Can

SEOUL. Korea Selatan dan Amerika Serikat gagal menyepakati perjanjian perdagangan bebas antara kedua negara. Kedua negara menunda negosiasi dalam beberapa pekan ke depan.

Negosiasi ini mampet karena Amerika Serikat meminta Korea Selatan mengurangi ekspor mobil dan membuka pasar daging sapi. Catatan saja, pada 2003 Korea Selatan menghentikan impor daging sapi dari Amerika Serikat akibat penyakit sapi gila. Sejak saat itu, para warga Korea selalu menolak impor daging sapi dari Negeri Uwak Sam tersebut.

Sejatinya, kedua negara berharap perjanjian perdagangan bebas ini bisa diteken di sela-sela pertemuan G20 yang sedang berlangsung hari ini (12/11). Namun, "Kami membutuhkan waktu lebih lama," kata Presiden Korea Selatan Lee Myung bak dalam konferensi pers bersama Presiden Amerika Serikat Barack Obama.

Obama berharap perjanjian perdagangan bebas itu bisa selesai segera. Dia menargetkan perjanjian itu bisa diteken hingga akhir bulan ini. "Kami telah menyuruh tim bekerja keras dalam beberapa hari ke depan agar kesepakatan ini bisa selesai," kata Obama.

Kedua kepala negara tidak menjelaskan isu apa yang menghambat penekenan perjanjian itu. Namun, harian di Korea Selatan menyebutkan, Amerika Serikat menekan Korea Selatan untuk melonggarkan standardisasi bahan bakar dan emisi bagi produk otomotif. Dengan pelonggaran standar ini, Amerika Serikat berharap produknya bisa menembus pasar Korea Selatan. Sebelumnya, produsen otomotif Amerika Serikat seperti Ford Motor Co dan Chrysler Group LLC mengkritik perdagangan yang tidak seimbang dengan Negeri Ginseng tersebut.

Salah satu anggota parlemen Korea Selatan, Kim Dong Cheol memperkirakan kesepakatan perdagangan bebas itu bakal sulit tercapai. Kim yang mendapat bocoran dari Menteri Perdagangan Korea Kim Jong hoon mengatakan, Korea Selatan tidak mungkin memenuhi permintaan Amerika Serikat itu.

Bila perjanjian ini disepakati, produk domestik bruto Amerika Serikat akan naik sedikitnya US$ 10 miliar. Selain itu, ekspor Korea Selatan akan melonjak menjadi US$ 11 miliar per tahun.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×