kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.723.000   -27.000   -0,98%
  • USD/IDR 17.771   30,00   0,17%
  • IDX 6.522   116,06   1,81%
  • KOMPAS100 849   15,70   1,88%
  • LQ45 641   8,52   1,35%
  • ISSI 230   4,91   2,18%
  • IDX30 358   4,21   1,19%
  • IDXHIDIV20 437   4,93   1,14%
  • IDX80 97   1,66   1,75%
  • IDXV30 122   1,89   1,57%
  • IDXQ30 114   1,08   0,96%

Korea Utara kembali menembakkan rudal balistik, diduga meluncur dari kapal selam


Selasa, 19 Oktober 2021 / 10:55 WIB
ILUSTRASI. Rudal hipersonik Hwasong-8 yang baru dikembangkan oleh Korea Utara.


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Korea Utara dilaporkan kembali menembakkan rudal balistik pada hari Selasa (19/10). Otoritas keamanan Korea Selatan dan Jepang mengabarkan bahwa rudal ditembakkan dari wilayah pantai timur Korea Utara.

Melansir Reuters, Kepala Staf Gabungan Korea Selatan melaporkan bahwa satu rudal balistik diluncurkan sekitar pukul 10:17 waktu setempat dari sekitar Sinpo. Wilayah tersebut merupakan titik di mana Korea Utara menyimpan kapal selam serta peralatan untuk uji tembak rudal balistik yang diluncurkan kapal selam (SLBM).

Peluncuran rudal ini dilakukan saat para kepala intelijen Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Jepang akan bertemu di Seoul untuk membahas kebuntuan dengan Korea Utara.

Surat kabar Korea Selatan Joongang Ilbo, mengutip sumber militer anonim, mengatakan bahwa pemerintah saat ini berasumsi bahwa itu adalah tes SLBM. Namun, pihak Korea Selatan tidak menjelaskan dugaannya secara rinci.

"Militer kami memantau situasi dengan cermat dan menjaga postur kesiapan dalam kerja sama erat dengan Amerika Serikat, untuk mempersiapkan kemungkinan peluncuran tambahan," kata Kepala Staf Gabungan dalam pernyataannya.

Baca Juga: Perkuat militer, Korea Utara curiga Jepang bersiap melakukan perang agresi

Untuk saat ini pihak Korea Selatan belum memberikan penjelasan langsung mengenai jumlah rudal yang terdeteksi oleh radar mereka.

Sebagai bentuk respons cepat, Kementerian Unifikasi Korea Selatan mengatakan telah melakukan panggilan rutin melalui hotline pada hari Selasa. Namun, tidak ada komentar mengenai peluncuran roket tersebut.

Dari Jepang, Perdana Menteri Fumio Kishida mengatakan bahwa dua rudal balistik telah terdeteksi. Kishida juga menyesalkan aktivitas Korea Utara yang melakukan serangkaian uji coba rudal dalam beberapa pekan terakhir.

Aktifnya militer Korea Utara dalam beberapa pekan terakhir seolah menunjukkan bahwa mereka sudah siap untuk melanjutkan urusan militer dan internasional, setelah hampir dua tahun sibuk mengurus masalah internal seperti bencana alam, krisis pangan, serta beragam keterbatasan selama pandemi Covid-19.

Selanjutnya: Kim Jong Un: Militer kami disiapkan untuk membela diri, bukan untuk memulai perang




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×