Korea Utara Konfirmasi Penggunaan Simulasi Nuklir untuk Memusnahkan Musuh

Selasa, 11 Oktober 2022 | 06:29 WIB   Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie
Korea Utara Konfirmasi Penggunaan Simulasi Nuklir untuk Memusnahkan Musuh

ILUSTRASI. Korea Utara mengkonfirmasi, serangan rudal baru-baru ini adalah simulasi perang taktisnya untuk melenyapkan musuh. KCNA via REUTERS


KONTAN.CO.ID - SEOUL. Media pemerintah Korea Utara memberikan konfirmasinya pada Senin (10/10/2022), serangan rudal Korea Utara baru-baru ini adalah simulasi penggunaan senjata nuklir medan perang taktisnya untuk memukul dan melenyapkan target potensial yakni Korea Selatan dan AS. 

Tidak hanya itu, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengisyaratkan dia akan melakukan tes yang lebih provokatif.

Melansir AP, pernyataan Korea Utara, yang dirilis pada ulang tahun ke-77 Partai Buruh yang berkuasa, dipandang sebagai upaya untuk memoles citra Kim sebagai pemimpin yang kuat di dalam negeri di tengah kesulitan terkait pandemi. Kim menantang dengan memperbesar gudang senjatanya demi merebut konsesi yang lebih besar dari pesaingnya dalam negosiasi di masa depan.

"Melalui tujuh kali latihan peluncuran unit operasi nuklir taktis, hal ini menunjukkan kemampuan perang yang sebenarnya dari pasukan tempur nuklir yang siap untuk memukul dan memusnahkan objek yang ditetapkan di lokasi mana pun dan kapan pun," kata pejabat Korea Utara seperti yang diberitakan Kantor Berita Pusat KCNA.

KCNA mengatakan, uji coba rudal itu dilakukan sebagai tanggapan atas latihan angkatan laut baru-baru ini antara pasukan AS dan Korea Selatan, yang melibatkan kapal induk bertenaga nuklir USS Ronald Reagan untuk pertama kalinya dalam lima tahun.

Baca Juga: Tanggapi Aksi AS dan Korsel, Kim Jong Un Memandu Latihan Operasi Taktis Nuklir

Menurut KCNA, melihat latihan tersebut sebagai ancaman militer, Korea Utara memutuskan untuk menggelar “simulasi perang yang sebenarnya” untuk memeriksa dan meningkatkan pencegahan perangnya dan mengirim peringatan kepada musuh-musuhnya.

Korea Utara menganggap latihan militer AS-Korea Selatan sebagai latihan invasi, meskipun sekutu dengan tegas mengatakan bahwa mereka bersifat defensif. Sejak pelantikan Mei silam, pemerintahan konservatif di Seoul, militer AS dan Korea Selatan telah memperluas latihan mereka, sehingga menimbulkan ancaman keamanan yang lebih besar bagi Kim.

Mengutip Reuters, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un baru-baru ini memandu latihan unit operasi taktis nuklir. Menurut kantor berita negara KCNA, Senin (10/10/2022), Hal ini dilakukan sebagai tanggapan atas latihan angkatan laut skala besar oleh pasukan Korea Selatan dan AS, yang telah meningkatkan ketegangan regional.

Baca Juga: Korea Utara Tembakkan Dua Rudal Balistik dalam Peluncuran Ketujuh Baru-baru Ini

Selama dua minggu terakhir, Korea Utara melakukan latihan yang melibatkan rudal balistik dengan hulu ledak nuklir tiruan. 

"Meskipun musuh terus berbicara tentang dialog dan negosiasi, kami tidak memiliki apa pun untuk dibicarakan dan kami tidak merasa perlu melakukannya," kata Kim seperti yang dikutip KCNA.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru