kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.060   58,00   0,32%
  • IDX 5.328   49,47   0,94%
  • KOMPAS100 686   6,42   0,94%
  • LQ45 536   5,41   1,02%
  • ISSI 181   1,90   1,06%
  • IDX30 301   3,09   1,04%
  • IDXHIDIV20 393   4,01   1,03%
  • IDX80 79   0,89   1,14%
  • IDXV30 109   1,50   1,39%
  • IDXQ30 99   1,11   1,13%

Korea Utara masih ogah-ogahan terima bantuan vaksin Covid-19


Senin, 05 Juli 2021 / 07:27 WIB
ILUSTRASI. Korea Utara masih tampak “ogah-ogahan” menerima vaksin dari dunia internasional. KCNA/via REUTERS


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - PYONGYANG. Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pernah mengakui beberapa waktu lalu bahwa negaranya mengalami krisis pangan. Bahkan, Kim Jong Un membandingkan situasi kurang pangan Korea Utara saat ini sama dengan kelaparan tahun 1990-an yang menghancurkan. 

Kini, Korea Utara juga secara teratur mengakui bahwa mereka menghadapi krisis terkait pandemi virus corona, meski terus mengeklaim tidak ada satu pun kasus Covid-19. 

Masih belum jelas krisis yang dialami Korea Utara karena negara tersebut menutup diri dengan lockdown ketat selama 17 bulan. Namun, yang jelas adalah bahwa Korea Utara masih tampak “ogah-ogahan” menerima vaksin dari dunia internasional. 

Pembicaraan terhenti 

Negosiasi antara Korea Utara dan Aliansi Vaksin Global (Gavi) telah terhenti selama berbulan-bulan. Korea Utara hanya menyelesaikan dua dari tujuh langkah administratif yang diperlukan, menurut sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut. 

“Jika DPRK (singkatan resmi Korea Utara) cepat menangani dokumen-dokumennya, mereka akan mendapatkan sejumlah vaksin,” kata seorang sumber kepada VOA. 

Baca Juga: Kim Jong Un bakal bawa persahabatan Korea Utara dan China ke titik strategis baru

Sumber itu menambahkan, jika Korea Utara memenuhi seluruh persyaratan yang diajukan oleh Gavi, distribusi bantuan vaksin akan berjalan dengan baik ke negara itu. Di sisi lain, Gavi menolak mengomentari pembicaraan lebih lanjut dengan Korea Utara. 

"Pekerjaan sedang berlangsung dan diskusi masih berlanjut dengan DPRK," kata seorang juru bicara Gavi. 

Banyak rintangan 

Gavi mengumumkan pada Maret bahwa mereka berencana mendistribusikan 1,7 juta dosis vaksin AstraZeneca ke Korea Utara pada Mei. Kendati demikian, pengiriman bantuan vaksin tersebut mengalami beberapa hambatan, termasuk kekhawatiran Korea Utara tentang keamanan dan kemanjuran vaksin AstraZeneca. 

Selain itu, Pyongyang juga enggan menandatangani dokumen jika terjadi efek samping dan tidak mengizinkan pekerja internasional yang memfasilitasi pengiriman masuk ke negara itu. 

Baca Juga: Kim Jong Un: Korea Utara tingkatkan persahabatan dengan China ke titik strategis baru

Di sisi lain, pasokan global yang minim juga menjadi penyebab tersendatnya pengiriman vaksin ke Korea Utara. 

India, produsen utama vaksin AstraZeneca, awal tahun ini menangguhkan ekspor vaksin di tengah ledakan kasus Covid-19. Pada Mei, Korea Utara justru menuduh negara-negara lain egois karena menimbun pasokan vaksin sehingga menciptakan kemacetan dalam produksi global. 




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×