kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Korea Utara masih ogah-ogahan terima bantuan vaksin Covid-19


Senin, 05 Juli 2021 / 07:27 WIB
ILUSTRASI. Korea Utara masih tampak “ogah-ogahan” menerima vaksin dari dunia internasional. KCNA/via REUTERS


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Salah satu rintangan besar di Korea Uttara adalah sistem perawatan kesehatan yang kuno dan tidak merata. Situasi ini membatasi kemampuan negara tersebut untuk menangani beragam jenis vaksin Covid-19 yang membutuhkan penanganan berbeda-beda. 

Melansir VOA, seorang sumber menyebutkan bahwa Korea Utara juga enggan memperbaiki fasilitasnya untuk mendukung distribusi vaksin. Negara ini tidak memiliki pasokan listrik yang stabil dan jaringan lemari es ultra-dingin untuk menangani vaksin seperti yang diproduksi oleh Pfizer dan Moderna. 

Pyongyang juga tak memiliki truk pengiriman khusus untuk mendistribusikan vaksin-vaksin dengan penanganan khusus. Itu berarti Pyongyang mungkin terpaksa memilih antara vaksin AstraZeneca dan vaksin buatan China atau Rusia yang tidak memerlukan penyimpanan ultra-dingin. 
Selain itu, masih belum jelas apakah Korea Utara telah mempertimbangkan vaksin Johnson & Johnson yang juga tidak memerlukan penyimpanan ultra-dingin.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Korea Utara Masih “Ogah-ogahan” Terima Bantuan Vaksin Covid-19"
Penulis : Danur Lambang Pristiandaru
Editor : Danur Lambang Pristiandaru

Selanjutnya: Kim Jong Un tuding sejumlah pejabat senior sebagai penyebab krisis besar pandemi




TERBARU

[X]
×