kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Korea Utara vs Korea Selatan: Korea Utara akan kirim pasukan ke zona demiliterisasi


Rabu, 17 Juni 2020 / 14:20 WIB
Korea Utara vs Korea Selatan: Korea Utara akan kirim pasukan ke zona demiliterisasi
ILUSTRASI. Seorang tentara Korea Utara terlihat di samping pos jaga di dalam wilayah Korea Utara dalam gambar ini diambil di dekat zona demiliterisasi yang memisahkan kedua Korea di Paju, Korea Selatan 16 Juni 2020. REUTERS/Kim Hong-Ji


Sumber: Al Jazeera | Editor: Khomarul Hidayat

Pasukan Korea Utara

Dalam laporan terpisah KCNA pada Rabu (17/6), juru bicara Staf Umum Pasukan Rakyat Korea (KPA) mengatakan, Korea Utara akan mengirim pasukan ke Gunung Kumgang dan Kaesong di dekat perbatasan, di mana kedua Korea sebelumnya melakukan proyek ekonomi bersama.

Pos-pos polisi yang telah ditarik dari Zona Demiliterisasi (DMZ) yang sangat dibentengi akan dipasang kembali. Sementara unit artileri di dekat perbatasan laut barat tempat para pembelot sering mengirimkan selebaran akan diperkuat dengan peringatan kesiapan yang ditingkatkan ke tingkat "tugas tempur kelas atas".

Baca Juga: Korea Utara berulah, Korea Selatan: Militer kami siap untuk keadaan apa pun

Kementerian Pertahanan Korea Selatan memperingatkan bahaya aksi militer tersebut.

"Langkah-langkah ini menggagalkan upaya dua dekade Korea Selatan dan Korea Utara untuk meningkatkan hubungan antar-Korea dan menjaga perdamaian di semenanjung Korea," kata Jeon Dong-jin, direktur operasi di Kepala Staf Gabungan seperti dikutip oleh berita Yonhap.

"Jika Korea Utara benar-benar mengambil langkah seperti itu, itu pasti akan membayar harganya."

KPA menyatakan pada Selasa (15/6), mereka telah mempelajari "rencana aksi" untuk memasuki kembali zona yang telah didemiliterisasi di bawah pakta militer antar-Korea tahun 2018 dan "mengubah garis depan menjadi benteng".

Kementerian pertahanan Seoul telah mendesak Korea Utara untuk mematuhi perjanjian tersebut, di mana kedua pihak sepakat untuk menghentikan semua tindakan bermusuhan dan membongkar sejumlah bangunan di sepanjang zona demiliterisasi.

Baca Juga: Kantor penghubung hancur lebur, Korsel berang: Korut harus bertanggungjawab!


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×