CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Korut tuding Amerika deklarasikan perang!


Selasa, 26 September 2017 / 04:17 WIB


Sumber: CNBC,Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Menteri Luar Negeri Korea Utara (Korut) Ri Yong Ho menuding Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendeklarasikan perang. Menurut pernyataan Ri, atas aksi AS tersebut, pihaknya memiliki hak untuk menembak jatuh pesawat penjatuh bom milik AS.

Dalam konferensi pers di New York, Ri menegaskan, Pyongyang dapat menargetkan pesawat manapun kendati mereka tidak terbang di wilayah udara Korut.

"Seluruh dunia akan mengingat dengan jelas bahwa AS lah yang pertama kali mendeklarasikan perang dengan negara kami," jelasnya, Senin (25/9).

Dia juga menambahkan, "Sejak AS mendeklarasikan perang dengan Korut, kami memiliki hal untuk memberlakukan kebijakan balasan, termasuk hak untuk menembak jatuh pesawat bomber strategis kendati mereka tidak berada di dalam wilayah udara kami."

Pada Sabtu lalu, pesawat bomber AS memang terbang di wilayah udara internasional di belahan timur Korut. Aksi ini bertujuan untuk menunjukkan kekuatan militer AS.

Namun, menanggapi pernyataan Ri, Sekretaris Pers Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders membantahnya. "Kami tidak mendeklarasikan perang dengan Korut," tegasnya. Dia bahkan menilai tudingan Ri sangat tidak masuk akal.

Pernyataan Ri yang dikeluarkan di tengah ketegangan hubungan antara AS dengan Korut, dipastikan akan memperburuk hubungan kedua negara.

Hubungan Washington dengan Pyongyang kian memanas pada Sabtu lalu, saat Trump menyatakan, rezim Korut tidak akan lama lagi jika Ri hanya mengulang pemikiran sang diktator Kim Jong Un, yang dijulukinya sebagai "Little Rocket Man".

Ri mengklaim, pernyataan Trump merupakan pernyataan perang. Sebagai respon, juru bicara Pentagon Kolonel Robert Manning bilang, Departemen Pertahanan akan memberikan Trump sejumlah opsi untuk menghadapi Korut jika aksi provokatif terus berlanjut.

Ri juga semakin memanaskan situasi pada akhir pekan lalu, dengan menyebut Trump sebagai "Presiden Setan" dan mengklaim bahwa sanksi ekonomi tidak akan menghalangi niat Pyongyang dalam menciptakan senjata nuklir demi menyeimbangkan kekuatan dengan AS.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×