kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.800.000   35.000   1,27%
  • USD/IDR 17.679   3,00   0,02%
  • IDX 6.144   -174,14   -2,76%
  • KOMPAS100 810   -22,01   -2,64%
  • LQ45 621   -9,85   -1,56%
  • ISSI 217   -8,30   -3,68%
  • IDX30 355   -4,99   -1,39%
  • IDXHIDIV20 444   -5,07   -1,13%
  • IDX80 94   -2,28   -2,38%
  • IDXV30 122   -1,92   -1,54%
  • IDXQ30 116   -1,18   -1,00%

Kremlin: Biden Tak Pantas Menyebut Putin Sebagai Penjahat Perang


Jumat, 18 Maret 2022 / 10:19 WIB
ILUSTRASI. Presiden AS Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu untuk KTT AS-Rusia di Villa La Grange di Jenewa, Swiss, 16 Juni 2021.


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev, mengatakan AS telah memicu Russophobia yang sangat menjijikkan hanya demi membuat Rusia bertekuk lutut di hadapan para sekutu Barat.

"Itu tidak akan berhasil.  Rusia memiliki kekuatan untuk menempatkan semua musuh kita yang kurang ajar di tempat mereka," kata Medvedev.

Presiden Putin terus menegaskan bahwa operasi militer khususnya di Ukraina sangat diperlukan karena negara tersebut bisa digunakan AS untuk mengancam Rusia. Putin bahkan melihat adanya potensi genosida terhadap orang-orang berbahasa Rusia yang tinggal di Ukraina.

Di lain pihak, Ukraina terus berjuang mempertahankan kedaulatannya dan merasa klaim genosida Putin adalah omong kosong. Negara Barat pun menilai klaim Putin sebagai sesuatu yang fiktif.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×