kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.059   59,00   0,33%
  • IDX 5.749   -191,94   -3,23%
  • KOMPAS100 760   -25,75   -3,28%
  • LQ45 572   -16,53   -2,81%
  • ISSI 200   -6,45   -3,13%
  • IDX30 325   -9,13   -2,73%
  • IDXHIDIV20 404   -8,61   -2,09%
  • IDX80 86   -2,90   -3,27%
  • IDXV30 110   -3,10   -2,74%
  • IDXQ30 105   -2,62   -2,43%

Krisis mata uang akut, warga Lebanon: Kami lapar, kami sekarat!


Rabu, 17 Maret 2021 / 06:07 WIB
ILUSTRASI. Seorang pengunjuk rasa berdiri dekat api yang dinyalakan untuk memblokir jalan, pada unjuk rasa atas jatuhnya nilai mata uang Lebanon dan memburuknya ekonomi, di Zouk, Lebanon, Senin (8/3/2021). REUTERS/Mohamed Azakir


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Prospek bahwa subsidi tersebut dapat dibatalkan telah memicu kekhawatiran akan meningkatnya kelaparan dan peringatan bencana dari Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Sumber resmi yang menolak disebutkan namanya mengatakan kepada Reuters bahwa dana sebesar US$ 1,0-1,5 miliar tetap ada dalam pot untuk subsidi, yang mencakup barang-barang termasuk gandum, bahan bakar, dan obat-obatan.

Sumber tersebut mengatakan cadangan devisa sekarang mencapai sekitar US$ 16 miliar, dibandingkan dengan perkiraan bank sentral sebesar US$ 19,5 miliar pada bulan Agustus.

Kesulitan Lebanon semakin dalam pada Agustus lalu ketika ledakan di pelabuhan Beirut menghancurkan sebagian besar kota, menewaskan 200 orang dan mendorong kabinet Diab untuk mengundurkan diri.

Baca Juga: Pemesanan tiket penerbangan ke Arab Saudi melonjak pasca larangan perjalanan dicabut

Tetapi penggantinya yang ditunjuk, politisi veteran Saad al-Hariri, berselisih dengan Presiden Michel Aoun dan belum membentuk pemerintahan baru, yang harus melakukan reformasi sebelum dapat membuka bantuan asing.

"Kami benar-benar muak dengan ini!" teriak seorang pengunjuk rasa, berdiri di dekat barikade truk sampah dan api unggun yang memblokir jalan di ibu kota.

"Kami lapar - kami sudah tamat!" teriak mereka.

Selanjutnya: Militer Israel kembali gempur fasilitas milik Hamas di Jalur Gaza




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×