kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Krisis mata uang akut, warga Lebanon: Kami lapar, kami sekarat!


Rabu, 17 Maret 2021 / 06:07 WIB
Krisis mata uang akut, warga Lebanon: Kami lapar, kami sekarat!
ILUSTRASI. Seorang pengunjuk rasa berdiri dekat api yang dinyalakan untuk memblokir jalan, pada unjuk rasa atas jatuhnya nilai mata uang Lebanon dan memburuknya ekonomi, di Zouk, Lebanon, Senin (8/3/2021). REUTERS/Mohamed Azakir


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Prospek bahwa subsidi tersebut dapat dibatalkan telah memicu kekhawatiran akan meningkatnya kelaparan dan peringatan bencana dari Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Sumber resmi yang menolak disebutkan namanya mengatakan kepada Reuters bahwa dana sebesar US$ 1,0-1,5 miliar tetap ada dalam pot untuk subsidi, yang mencakup barang-barang termasuk gandum, bahan bakar, dan obat-obatan.

Sumber tersebut mengatakan cadangan devisa sekarang mencapai sekitar US$ 16 miliar, dibandingkan dengan perkiraan bank sentral sebesar US$ 19,5 miliar pada bulan Agustus.

Kesulitan Lebanon semakin dalam pada Agustus lalu ketika ledakan di pelabuhan Beirut menghancurkan sebagian besar kota, menewaskan 200 orang dan mendorong kabinet Diab untuk mengundurkan diri.

Baca Juga: Pemesanan tiket penerbangan ke Arab Saudi melonjak pasca larangan perjalanan dicabut

Tetapi penggantinya yang ditunjuk, politisi veteran Saad al-Hariri, berselisih dengan Presiden Michel Aoun dan belum membentuk pemerintahan baru, yang harus melakukan reformasi sebelum dapat membuka bantuan asing.

"Kami benar-benar muak dengan ini!" teriak seorang pengunjuk rasa, berdiri di dekat barikade truk sampah dan api unggun yang memblokir jalan di ibu kota.

"Kami lapar - kami sudah tamat!" teriak mereka.

Selanjutnya: Militer Israel kembali gempur fasilitas milik Hamas di Jalur Gaza




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×