kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45759,60   -5,01   -0.66%
  • EMAS888.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.17%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.12%

Krisis pasokan masker, ini yang dilakukan pemerintah Singapura


Kamis, 20 Februari 2020 / 12:14 WIB
Krisis pasokan masker, ini yang dilakukan pemerintah Singapura
ILUSTRASI. Turis mengenakan masker di Singapura. REUTERS/Feline Lim

Sumber: The Straits Times,South China Morning Post | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

"Kita tidak boleh membiarkan ketakutan kita membanjiri kita dan membuat kita berperilaku tidak rasional, egois, atau tidak bertanggung jawab. Sebaliknya, mari kita mendukung dan saling memperhatikan, sehingga kita semua bisa melewati ini bersama dan muncul lebih kuat," tambahnya.

Baca Juga: Mata uang Singapura diramal akan anjlok ke level terendah 2017, ini penjelasannya

Mr Wong juga menyoroti pentingnya tidak menyebarkan informasi yang tidak diverifikasi, menambahkan bahwa Pemerintah "telah dan akan terus mendorong informasi yang tepat waktu melalui berbagai platform".

"Kami akan terus melakukan segala yang kami bisa, untuk menjaga keselamatan warga Singapura, dan untuk mengatasi situasi yang menantang ini bersama-sama," katanya.

Rekaman bocor

Sementara itu, beberapa waktu terakhir, rekaman suara Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Chan Chun Sing bocor ke publik. Sang menteri mengomentari keputusan Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam Cheng Yuet-ngor untuk mengenakan masker pada saat melakukan konferensi pers tentang wabah virus corona. Hal ini menjadi pembahasan hangat di media online.

Baca Juga: Total jadi 84, Singapura laporkan tiga kasus baru corona virus

Melansir South China Morning Post, dalam rekaman berdurasi 12 menit, yang diyakini sebagai dialog tertutup dengan anggota Kamar Dagang & Industri China Singapura, Chan mengatakan bahwa jika politisi di Singapura melakukan hal yang sama dengan Lam, sistem rumah sakit Singapura “akan langsung hancur".

Rekaman bocor sang menteri tampaknya merujuk pada serbuan masker oleh penduduk di seluruh dunia yang membuat harga produk meroket dan negara-negara kehabisan pasokan.

Baca Juga: Demi cegah virus corona, Korea Utara perpanjang masa karantina jadi 30 hari

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan bahwa kekurangan masker dapat membahayakan petugas kesehatan yang memerangi wabah virus corona yang telah menewaskan 2.000 orang lebih dan menginfeksi lebih dari 73.000 orang, sebagian besar dari mereka di daratan China.

South China Morning Post juga memberitakan, pihak berwenang Singapura telah menekankan bahwa hanya mereka yang tidak sehat yang perlu mengenakan masker bedah. Akan tetapi di Hong Kong, para ahli telah mendesak semua penduduk untuk mengenakan masker saat keluar.



TERBARU

[X]
×