kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.971   60,00   0,33%
  • IDX 6.315   -19,16   -0,30%
  • KOMPAS100 830   -5,48   -0,66%
  • LQ45 627   -5,43   -0,86%
  • ISSI 218   0,30   0,14%
  • IDX30 353   -3,74   -1,05%
  • IDXHIDIV20 435   -6,25   -1,42%
  • IDX80 95   -0,51   -0,53%
  • IDXV30 119   -0,20   -0,17%
  • IDXQ30 113   -1,54   -1,35%

Mata uang Singapura diramal akan anjlok ke level terendah 2017, ini penjelasannya


Kamis, 20 Februari 2020 / 07:00 WIB


Sumber: Reuters,Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Mata uang Singapura diramal akan jatuh ke level terendah sejak 2017. Hal ini bisa terjadi jika bank sentral Singapura merespons kuat penyebaran virus corona seperti halnya mereka menghadapi epidemi SARS dua dekade lalu.

Itulah pandangan Tan Teck Leng, ahli strategi makro di Kantor Investasi Global Wealth Management Global UBS Group AG seperti yang dikutip Bloomberg. Tan menilai, Otoritas Moneter Singapura (Monetary Authority of Singapore/MAS) dapat memusatkan kembali kebijakannya untuk nilai tukar mata uang yang lebih rendah.

Menurut perkiraan Tan, tindakan langka ini dibutuhkan pada tahun 2003 untuk menangani dampak dari SARS. Dengan melakukan kebijakan itu lagi, dapat menempatkan posisi dollar Singapura melemah hingga 1,40 melawan greenback .

Baca Juga: Ini strategi Qantas Airways atasi dampak virus corona

Melansir Bloomberg, Kepala fiskal Singapura menjanjikan S$ 6,4 miliar (US$ 4,6 miliar) dalam dukungan khusus untuk perekonomian Singapura pada hari Selasa. Hal ini  menggarisbawahi tingkat kekhawatiran di antara pembuat kebijakan tentang ancaman yang ditimbulkan oleh virus.

Saat ini, mengutip data Bloomberg, Singapura sudah memiliki lebih dari 80 kasus virus corona yang dikonfirmasi. Ekonomi Singapura berada posisi yang sangat rentan karena bergantung pada perdagangan.

Baca Juga: Kota industri China yang dilanda virus corona mulai berproduksi lagi, ini ceritanya

"Ada kemungkinan bahwa jika virus semakin memburuk, pelemahan mata uang kembali mungkin terjadi," kata Tan dalam sebuah wawancara di Singapura kepada Bloomberg.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×