kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Krisis politik memanas, Swiss bekukan sebagian besar aset rezim Afrika Utara


Jumat, 06 Mei 2011 / 13:09 WIB
ILUSTRASI. Foto udara suasana tol Jakarta-Cikampek di Cikunir, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (2/5/2020). BMKG mengeluarkan ramalan cuaca hari ini di Jawa Barat cerah berawan dan berawan.


Reporter: Dyah Megasari, BBC |

SWISS. Swiss menyatakan telah membekukan aset senilai 830 juta Franc Swiss terkait dengan berbagai rezim yang diturunkan di kawasan Afrika Utara. Dari jumlah itu proporsi terbesar senilai 410 juta Franc Swiss dimiliki oleh mantan Presiden Mesir, Hosni Mubarak dan kroninya.

Lainnya, 360 juta Franc Swiss milik Kolonel Muammar Khaddafi yang saat ini masih menjadi pemimpin Libia. Sisanya 60 juta Franc Swiss milik pemimpin Tunisia Zine al-Abidine Ben Ali.

Tak hanya itu, hari ini pihak berwenang Swiss juta telah membekukan aset senilai 70 juta Franc Swiss atau US$ 81 juta milik mantan Presiden Pantai Gading, Laurent Gbagbo.

Perintah pembekuan itu datang dari pemerintah Swiss setelah Gbagbo menolak meletakkan kekuasaan meski kalah telak dalam pemilihan umum. Jika ingin mengklaim, Pantai Gading harus bisa membuktikan bahwa aset tersebut didapat dengan cara yang sah.

Sebelumnya, Mahkamah Konstitusi Pantai gading telah meratifikasi kemenangan saingan Gbagbo yaitu Alassanne Ouattara.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×