Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harapan pemulihan kinerja raksasa barang mewah asal Prancis, LVMH, kini sangat bergantung pada perkembangan krisis geopolitik di Timur Tengah. Hal ini disampaikan langsung oleh CEO sekaligus pemegang saham pengendali, Bernard Arnault, dalam rapat umum pemegang saham tahunan di Paris, Kamis (waktu setempat).
“Anda tentu telah memperhatikan bahwa dunia saat ini berada dalam krisis yang sangat serius di Timur Tengah,” ujar Arnault. Ia menambahkan, “Semuanya bergantung pada bagaimana krisis ini berkembang,” menegaskan bahwa arah bisnis ke depan sangat dipengaruhi dinamika konflik yang tengah berlangsung.
Dampak Konflik terhadap Industri Barang Mewah
Krisis di Timur Tengah, khususnya konflik yang melibatkan Iran, telah mengurangi optimisme pasar terhadap pemulihan sektor barang mewah global. Industri ini sebelumnya sudah mengalami stagnasi selama hampir tiga tahun terakhir.
Baca Juga: Tesla Tambah 1.000 Pekerjaan di Jerman, Genjot Produksi Model Y
LVMH mengungkapkan bahwa perang Iran telah memangkas sedikitnya 1% dari total penjualan grup pada kuartal pertama tahun ini. Selain itu, konflik juga berdampak pada penurunan arus wisatawan ke Eropa—faktor penting bagi penjualan produk mewah.
Prospek Pemulihan dan Risiko Global
Arnault menyatakan bahwa LVMH masih memiliki peluang untuk kembali tumbuh di seluruh lini bisnisnya jika konflik dapat segera diselesaikan. Namun, ia juga mengingatkan bahwa jika krisis berkembang menjadi “bencana global”, maka dampaknya akan sulit diprediksi.
Ketidakpastian semakin meningkat seiring status gencatan senjata yang belum jelas. Di sisi lain, situasi di Selat Hormuz terus memanas setelah Iran memperketat kontrol di jalur strategis tersebut, menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump yang menghentikan serangan tanpa batas waktu.
Kondisi geopolitik ini turut menekan kinerja saham LVMH. Sejak awal tahun, saham perusahaan telah turun sekitar 26%, dan berada 3% lebih rendah dibandingkan posisi pada rapat pemegang saham tahun lalu.












