kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.612.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.983   12,00   0,07%
  • IDX 6.196   -118,88   -1,88%
  • KOMPAS100 811   -18,90   -2,28%
  • LQ45 615   -12,33   -1,97%
  • ISSI 214   -4,08   -1,87%
  • IDX30 346   -6,54   -1,86%
  • IDXHIDIV20 428   -6,37   -1,47%
  • IDX80 93   -2,15   -2,27%
  • IDXV30 117   -1,73   -1,46%
  • IDXQ30 111   -1,86   -1,65%

KTT AS-Rusia: Biden dan Putin bicarakan keamanan siber hingga kontrol senjata


Kamis, 17 Juni 2021 / 10:00 WIB
ILUSTRASI. Presiden AS Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu untuk KTT AS-Rusia di Villa La Grange di Jenewa, Swiss, 16 Juni 2021.


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - JENEWA. Pertemuan puncak Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin akhirnya terjadi di Jenewa, Swiss pada hari Rabu (16/6). Terlepas dari ketegangan kedua negara, para pemimpin sepakat untuk memulai pembicaraan keamanan siber dan pengendalian senjata.

KTT AS-Rusia hari Rabu di Jenewa adalah pertemuan pertama Biden dengan Putin dengan status sebagai Presiden AS. Sebelumnya ia sempat bertemu dengan Putin kala masih menjabat sebagai wakil presiden di era Barack Obama.

Dilansir dari Reuters, Biden membuka obrolan mengenai keamanan siber dengan bertanya kepada Putin bagaimana perasaannya jika serangan ransomware menghantam jaringan minyak Rusia.

Pertanyaan ini diduga merujuk pada penutupan pipa pada Mei yang menyebabkan gangguan dan mencegah jutaan barel bensin, solar, dan bahan bakar jet mengalir ke Pantai Timur dari Pantai Teluk.

Baca Juga: Putin puas dengan penjelasan Biden yang menyebutnya seorang pembunuh

Biden berusaha menguraikan kepentingan AS, termasuk keamanan siber, dan menjelaskan kepada Putin bahwa  AS akan merespons jika Rusia melanggar kekhawatiran itu.

"Saya menatapnya dan berkata: 'Bagaimana perasaan Anda jika ransomware mengambil jalur pipa dari ladang minyak Anda?' Dia berkata: 'Itu penting,'" ungkap Biden menggambarkan respons Putin.

Lebih lanjut, Biden juga menegaskan kepada Putin bahwa AS memiliki kemampuan siber yang signifikan dan siap bertindak jika ada serangan dari Rusia.

Keamanan siber dan kontrol senjata

Hubungan AS-Rusia telah memburuk selama bertahun-tahun, terutama dengan pencaplokan Krimea oleh Rusia pada tahun 2014 dari Ukraina.

Belum ada pembicaraan yang rinci mengenai bagaimana pembicaraan keamanan siber yang direncanakan mereka akan terungkap. Biden mengatakan kepada Putin bahwa 16 sektor infrastruktur penting harus terlindung dari serangan siber. Biden tidak menyebut sektor apa yang dimaksud.

Baca Juga: Sepakat dengan Putin, Biden sebut hubungan AS-Rusia ada di titik terendah




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×