Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - FRANKFURT. Deutsche Bank mencatat kinerja lebih kuat dari perkiraan pada kuartal II 2026.
Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham naik 10% berkat pertumbuhan bisnis investment banking yang solid, meski perusahaan masih menghadapi kenaikan biaya operasional.
Bank terbesar di Jerman itu membukukan laba bersih sebesar €1,64 miliar pada kuartal II 2026, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar €1,49 miliar.
Perolehan tersebut juga melampaui ekspektasi analis yang memperkirakan laba hanya sekitar €1,38 miliar.
Baca Juga: Deutsche Bank Lepas Bisnis Ritel di India, Kotak Mahindra Ambil Alih 150.000 Nasabah
Kinerja positif tersebut terutama didorong oleh divisi investment banking yang kembali menjadi sumber pendapatan terbesar Deutsche Bank. Pendapatan dari lini bisnis ini melonjak 19%, jauh di atas perkiraan analis yang memperkirakan kenaikan sekitar 7,6%.
"Kami melihat peluang untuk melampaui target 2028," ujar CEO Deutsche Bank Christian Sewing.
Di dalam bisnis investment banking, pendapatan dari perdagangan surat utang, mata uang, dan komoditas (fixed income and currency trading) meningkat 16%. Kinerja ini juga lebih tinggi dibandingkan perkiraan pasar yang hanya memproyeksikan pertumbuhan 5,1%.
Sementara itu, pendapatan dari layanan penerbitan saham, obligasi, serta konsultasi transaksi korporasi melonjak 36%.
Pertumbuhan ini didukung oleh keterlibatan Deutsche Bank dalam sejumlah aksi korporasi besar, termasuk membantu proses penawaran saham perdana SpaceX dan penggalangan dana Alphabet.
Baca Juga: KB Bank Perkuat Bisnis Wholesale Banking, Incar Pertumbuhan Kredit 11% di 2026
Meski mencatat pertumbuhan laba, kinerja Deutsche Bank masih terbebani oleh peningkatan biaya. Total pengeluaran naik 8% pada kuartal tersebut, termasuk dampak hampir €100 juta akibat keputusan keluar dari bisnis ritel di India yang diumumkan pada akhir Juni.
Selain investment banking, beberapa segmen lain juga mencatat pertumbuhan. Pendapatan dari bisnis ritel naik 8%, sedikit lebih tinggi dari perkiraan analis sebesar 7,3%.
Sementara itu, pendapatan dari bisnis korporasi meningkat tipis 1%, berbalik dari perkiraan pasar yang memperkirakan penurunan sekitar 1,2%.
Kenaikan laba kuartal II ini memperpanjang tren pemulihan Deutsche Bank dalam beberapa tahun terakhir. Di bawah kepemimpinan Sewing, bank tersebut berhasil menjaga konsistensi profitabilitas setelah sebelumnya menghadapi tekanan akibat restrukturisasi besar-besaran.
Baca Juga: Bank Permata Cetak Laba Bersih Rp 3,58 Triliun di Tahun 2025
Namun, kenaikan laba Deutsche Bank masih tergolong lebih moderat dibandingkan sejumlah bank besar Amerika Serikat dan Eropa lainnya yang juga menikmati lonjakan aktivitas perdagangan, transaksi merger dan akuisisi, serta penawaran saham perdana di tengah meningkatnya aktivitas pasar global.














