kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.623   70,00   0,40%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Laba Emiten Blue-Chip Eropa Diproyeksi Catat Pertumbuhan Tertinggi Sejak 2022


Jumat, 15 Mei 2026 / 13:17 WIB
Laba Emiten Blue-Chip Eropa Diproyeksi Catat Pertumbuhan Tertinggi Sejak 2022
ILUSTRASI. Kinerja perusahaan blue-chip Eropa mencatat pertumbuhan laba 11,5% di Q1 2024, didorong sektor energi dan keuangan. (REUTERS/Staff)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perusahaan-perusahaan blue-chip di Eropa diperkirakan mencatat pertumbuhan laba paling kuat sejak kuartal IV 2022. Data terbaru LSEG I/B/E/S yang dirilis Kamis menunjukkan kenaikan laba ditopang oleh lonjakan keuntungan sektor energi serta kinerja sektor keuangan yang melampaui ekspektasi pasar.

Berdasarkan hasil laporan dari 265 perusahaan dalam indeks acuan STOXX 600 serta estimasi untuk emiten yang belum merilis kinerja, laba perusahaan blue-chip Eropa diperkirakan tumbuh rata-rata 11,5% secara tahunan pada kuartal pertama tahun ini.

Meski demikian, pendapatan perusahaan-perusahaan tersebut masih diperkirakan mengalami penurunan sebesar 0,4% pada periode yang sama. Tren pelemahan pendapatan ini tercatat telah terjadi dalam tujuh dari delapan kuartal terakhir.

Analis menilai perusahaan-perusahaan di Eropa dalam beberapa tahun terakhir telah melakukan berbagai langkah efisiensi untuk menghadapi perlambatan ekonomi, termasuk optimalisasi biaya operasional guna menjaga profitabilitas.

Baca Juga: Produsen Jack Daniel's Tolak Tawaran Akuisisi US$ 15 Miliar dari Rivalnya Sazerac

Sektor energi menjadi pendorong utama kenaikan laba. Perusahaan-perusahaan energi besar di Eropa diproyeksikan membukukan keuntungan 50,4% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan tersebut dipicu oleh lonjakan harga minyak akibat perang di Timur Tengah.

Sebelum konflik pecah, laba sektor energi Eropa sempat diperkirakan turun sekitar 2%. Namun, kenaikan harga energi global mengubah prospek sektor tersebut secara signifikan.

Selain energi, sektor keuangan Eropa juga mencatat performa lebih baik dari perkiraan. Data I/B/E/S menunjukkan sebanyak 68% perusahaan sektor finansial berhasil mencetak laba di atas estimasi analis.

Di sisi lain, sektor properti justru menghadapi tekanan. Laba perusahaan real estate di Eropa diperkirakan turun 23,9% dibandingkan tahun sebelumnya, seiring lemahnya permintaan dan masih tingginya biaya pembiayaan.

Baca Juga: Stellantis dan Dongfeng Teken Kerja Sama Produksi Mobil Peugeot dan Jeep di China

Secara pasar, indeks STOXX 600 telah menguat sekitar 4% sejak awal tahun. Namun, level indeks tersebut masih berada sekitar 3% di bawah posisi sebelum pecahnya perang.

Berdasarkan negara, perusahaan-perusahaan asal Norwegia dan Spanyol diperkirakan mencatat pertumbuhan laba tertinggi, masing-masing sebesar 56,3% dan 31,5%.

Sebaliknya, perusahaan Portugal dan Denmark diproyeksikan mengalami penurunan laba terdalam, masing-masing sebesar 34,3% dan 8,5%.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×