Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata
KONTAN.CO.ID - SAN FRANSISCO. Laba Wells Fargo melonjak 17% pada kuartal kedua tahun fiskal 2026. Kenaikan ini didukung gejolak di pasar keuangan yang mendorong bisnis trading bank ini. Selain itu, pendapatan bunga juga naik seiring pertumbuhan kredit.
Reuters melaporkan, mengutip pengumuman resmi perusahaan, Selasa (14/7/2026), laba bersih bank kredit terbesar keempat di Amerika Serikat (AS) ini mencapai US$ 6,41 miliar di kuartal dua, atau setara US$ 2,00 per saham.
Angka tersebut jauh lebih baik dibandingkan realisasi laba bersih di periode yang sama tahun sebelumnya, yang sebesar US$ 5,49 miliar, atau setara US$ 1,60 per saham.
"Pengeluaran konsumen lebih tinggi, penghapusan piutang dan tunggakan lebih rendah, dan tabungan serta investasi tumbuh di seluruh segmen konsumen," tutur CEO Wells Fargo Charlie Scharf dalam pernyataan resmi, Selasa (14/7/2026).
Baca Juga: The Fed Mungkin Naikkan Suku Bunga dalam Waktu Dekat
Scharf menuturkan, bank ini tetap berhati-hati dalam menjalankan bisnis. Bank ini juga menjaga neraca dan arus kas tetap kuat, sehingga menghasilkan kinerja kredit yang kuat.
Tahun lalu, The Federal Reserve secara resmi mencabut sanksi pembatasan aset sebesar US$ 1,95 triliun bagi Wells Fargo. Sanksi ini dijatuhkan di 2018 sebagai hukuman bagi bank ini atas skandal akun palsu dan pelanggaran hak nasabah.
Pencabutan batasan aset tersebut membuat Wells Fargo kini lebih leluasa melakukan ekspansi dan mendukung rencana pertumbuhan yang disusun Scharf.
Sejak saat itu, Wells Fargo fokus pada pertumbuhan bisnis kartu kredit dan otomotif. Bank ini juga aktif merekrut bankir dari pesaing di bisnis komersialnya untuk mendorong pertumbuhan.
Baca Juga: Musim Laporan Keuangan Uji Ketahanan Wall Street di Tengah Gejolak Perang
Pendapatan bunga bersih atawa net interest income (NII) Wells Fargo naik 5% menjadi US$ 12,32 miliar pada kuartal II-2026. Rata-rata pinjaman melonjak 12% dibandingkan tahun sebelumnya.
Bisnis perdagangan juga mendapatkan momentum karena Wells Fargo mengalokasikan lebih banyak neraca ke bisnis pasar, yang dibatasi selama era batasan aset. Pendapatan pasar bank, yang mencakup bisnis perdagangannya, melonjak 24% menjadi US$ 2,21 miliar pada kuartal kedua.
" Kami tahu bahwa kondisi yang menguntungkan seperti ini tidak akan berlangsung selamanya, jadi kami selektif dalam menentukan seberapa banyak dan di mana kami akan melakukan pertumbuhan," cetus Scharf.














