kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.963
  • EMAS697.000 -0,71%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Larangan ekspor produk Huawei ke AS mengancam bisnis perusahaan perangkat lunak


Minggu, 16 Juni 2019 / 15:02 WIB

Larangan ekspor produk Huawei ke AS mengancam bisnis perusahaan perangkat lunak
ILUSTRASI. Pabrik perakitan ponsel Huawei di China

KONTAN.CO.ID - LONDON/BENGALURU. Perusahaan manufaktur teknologi perangkat lunak mengalami kelesuan penjualan akibat larangan ekspor produk Huawei, produsen gadget asal China, ke Amerika Serikat (AS).

Broadcom Inc, terang-terangan mengakui dampak yang dihasilkan dari ketegangan perang dagang China - AS akan merugikan perusahaan hingga  US$ 2 miliar tahun ini. Hal ini wajar, sebab kerjasama bisnis Broadcom dengan Huawei sangat erat.


Pada 2018, seperti dikutip Reuters, penjualan Huawei berkontribusi sekitar 4% pada pendapatan perusahaan Broadcom atau mencapai US$ 900 juta.

Pernyataan Broadcom tersebut disampaikan, menyusul anjloknya harga saham Broadcom hingga  8,6% akhir pekan ini. Imbasnya, nilai kapitalisasi pasar Broadcom menguap hingga US$ 9 miliar.

Broadcom Inc tidak sendiri, perusahaan yang bergerak di sektor serupa juga mengalami kemerosotan harga  saham. Contohnya perusahaan pembuat chip perangkat lunak, A Qualcomm, Applied Materials Inc, Intel Corp, Advanced Micro Device Inc, dan Xillinx, yang mengalami penurunan harga saham sekitar 1,5% sampai 3%.

Harga  saham pemasok Huawei lainnya, seperti Analog Device Inc, Skyworks Solutions, dan Qorvo Inc juga merosot.

CEO Broadcom Hock Tan menyatakan, penurunan harga saham ini berkaitan erat dengan ketidakpastian pasar ke depannya. "Selain tidak ada pembelian, kami juga berhadapan dengan ketiadaan pengganti atau substitusi produk. Kita berhadapan dengan ketidakpastian pasar yang permintaannya ditekan atau dikurangi," paparnya sebagaimana dilansir dari Reuters.

Sektor bisnis semikonduktor tercatat mengalami kemunduran permintaan sejak semester II 2018. Perusahaan produsen cip perangkat lunak, Bellwether Texas Instrument menyebut kondisi ini diperkirakan berlangsung sampai dua tahun mendatang.

Pasar telepon seluler, tak hanya didera konflik dagang China dan AS saat ini, tetapi juga mengalami titik jenuh di pasar utama. Permintaan gadget pun bersaingan dengan mobil otomatis dan perangkat internet sehari-hari (Internet of Things) yang berkembang pesat.

"Larangan ekspor Huawei sudah jelas menimbulkan ketidakpastian pasar. Buktinya bisa dilihat, beberapa perusahaan merasakan laporan negatifnya pada awal 2019 karena kebijakan ini. Kami pikir, kerugian ini harus disuarakan," kata Hock Tan.


Reporter: Amalia Fitri
Editor: Komarul Hidayat
Video Pilihan

Tag
TERBARU
Terpopuler
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0514 || diagnostic_web = 0.2929

Close [X]
×