kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Latihan Militer Gabungan Rusia, China, dan Iran di Laut Arab Resmi Dimulai


Kamis, 16 Maret 2023 / 11:01 WIB
Latihan Militer Gabungan Rusia, China, dan Iran di Laut Arab Resmi Dimulai
ILUSTRASI. Sebuah kapal perang Rusia terlihat selama latihan militer angkatan laut bersama antara Iran, Rusia, dan China di Teluk Oman, Iran, dalam gambar ini diperoleh pada 15 Maret 2023. Iran Military/WANA (Kantor Berita Asia Barat)/Handout via REUTERS


Sumber: TASS,Global Times | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Latihan militer gabungan antara Rusia, China, dan Iran di Laut Arab resmi dimulai pada hari Rabu (15/3). Program kerjasama trilateral ini bertajuk Maritime Security Belt 2023.

Latihan maritim bersama ini akan berlangsung dari Rabu hingga Minggu (19/3) di Teluk Oman.

Kementerian Pertahanan Rusia dalam pernyataannya menjelaskan bahwa pada tahap pertama latihan, para prajurit angkatan laut dari tiga negara akan berlatih menjalankan operasi bersama di laut, menerima instruksi, dan mengadakan pengarahan taktis.

Baca Juga: Taiwan Siapkan Ribuan Drone untuk Hadapi Ancaman Perang Asimetris dengan China

"Hari ini latihan angkatan laut trilateral Maritime Security Belt 2023 yang melibatkan Angkatan Laut Rusia, Tentara Pembebasan Rakyat China, Republik Islam Iran telah dimulai di area Pelabuhan Chabahar di Republik Islam Iran," tulis kementerian, seperti dikutip TASS.

Pada latihan ini Angkatan Laut Rusia diwakili oleh kelompok angkatan laut yang terdiri dari fregat Laksamana Armada Uni Soviet Gorshkov dan kapal tanker laut menengah Kama.

Sementara itu, China mengirim kapal perusak Nanjing dan Iran mengutus fregat Sahand dan Jamaran, korvet Bayandor dan kapal serta kapal lainnya.

Baca Juga: Korut Sambut Latihan Militer AS-Korsel dengan Peluncuran Rudal dari Kapal Selam

Mengutip Global Times, Kementerian Pertahanan China mengatakan bahwa kapal Nanjing akan difokuskan untuk misi pencarian udara, penyelamatan maritim, dan perjalanan dalam kawanan.

Fase kedua dari latihan akan berlangsung pada 16-17 Maret. Pada tahap ini, angkatan laut dari ketiga negara akan berlatih membentuk satuan tugas kapal perang multinasional, melakukan manuver bersama, dan melakukan penembakan artileri di siang dan malam hari.

Kementerian Pertahanan Rusia juga mengatakan para pelaut akan berlatih membebaskan kapal yang ditangkap, memberikan bantuan kepada kapal yang dalam kesulitan, serta misi penyelamatan dan bantuan lainnya.




TERBARU

[X]
×