kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   40.000   1,50%
  • USD/IDR 16.945   28,00   0,17%
  • IDX 9.100   24,29   0,27%
  • KOMPAS100 1.259   2,84   0,23%
  • LQ45 890   0,86   0,10%
  • ISSI 331   1,17   0,36%
  • IDX30 454   1,72   0,38%
  • IDXHIDIV20 537   3,62   0,68%
  • IDX80 140   0,20   0,14%
  • IDXV30 148   1,16   0,79%
  • IDXQ30 146   0,52   0,36%

Lebih dari 220 Perusahaan Leasing Mobil Singapura Tutup Sepanjang 2025, Ada Apa?


Senin, 19 Januari 2026 / 09:41 WIB
Lebih dari 220 Perusahaan Leasing Mobil Singapura Tutup Sepanjang 2025, Ada Apa?
ILUSTRASI. Ribuan pengemudi transportasi online di Singapura terancam kehilangan mata pencarian akibat krisis perusahaan leasing. (DOK/airbnb.co.uk)


Sumber: Channelnewsasia.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Namun, sepanjang 1 Januari hingga 24 Desember 2025, sebanyak 227 perusahaan di sektor ini telah menghentikan operasinya. Artinya, sekitar 12% dari industri leasing mobil tutup sepanjang tahun 2025.

Sekitar 1.700 unit kendaraan milik Autobahn Rent A Car akan ditarik dan dikembalikan kepada masing-masing kreditur.

Pada 7 Januari, Kongres Serikat Pekerja Nasional (NTUC), Otoritas Transportasi Darat (LTA), serta tiga operator platform transportasi, yakni ComfortDelGro, Grab, dan Strides Premier, mengumumkan bahwa mereka tengah berupaya membantu para pengemudi terdampak dengan menyediakan kendaraan pengganti.

“Kami memahami situasi ini menimbulkan kesulitan besar bagi para pengemudi yang terdampak, dan kami sudah berinteraksi langsung dengan sebagian dari mereka. Para pengemudi bergantung pada kendaraan untuk mencari nafkah, dan kami menanggapi hal ini dengan serius,” ujar Asisten Sekretaris Jenderal NTUC, Yeo Wan Ling.

Penasihat Asosiasi Pengemudi Transportasi Online Nasional (NPHVA) dan Asosiasi Taksi Nasional (NTA) menambahkan bahwa kedua organisasi tersebut akan terus bekerja sama dengan LTA dan operator platform untuk melindungi serta mendukung para pengemudi.

Tonton: DEN: Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Tak Gantikan PLTU dalam Waktu Dekat

Namun, mengapa industri leasing mobil justru tertekan, padahal semakin banyak pengemudi di Singapura memilih sewa jangka panjang sebagai alternatif kepemilikan mobil?

Menurut perusahaan leasing mapan dan pengamat industri yang diwawancarai CNA, masalah saat ini berakar pada investasi yang tidak berkelanjutan, perang harga agresif yang dipicu pemain baru, serta model bisnis yang terlalu bertumpu pada utang.

Kemudahan akses modal untuk membiayai armada kendaraan juga disebut memperburuk fondasi bisnis sejumlah perusahaan di industri yang sangat kompetitif ini.

Selanjutnya: Dua Kamera 200MP? Vivo X300 Ultra Siap Guncang Industri Smartphone

Menarik Dibaca: Dua Kamera 200MP? Vivo X300 Ultra Siap Guncang Industri Smartphone




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×