kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.575   -83,00   -0,47%
  • IDX 6.647   -38,95   -0,58%
  • KOMPAS100 872   -5,08   -0,58%
  • LQ45 661   -5,01   -0,75%
  • ISSI 233   -0,90   -0,39%
  • IDX30 368   -3,41   -0,92%
  • IDXHIDIV20 456   -3,09   -0,67%
  • IDX80 99   -0,68   -0,69%
  • IDXV30 127   -0,57   -0,45%
  • IDXQ30 118   -0,82   -0,69%

Lima Orang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter Dokter Terbang di Malaysia


Rabu, 09 September 2026 / 11:43 WIB
Lima Orang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter Dokter Terbang di Malaysia
ILUSTRASI. Kebutuhan avtur untuk helikopter pemadaman karhutla di Sumsel (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Lima orang tewas setelah helikopter layanan kesehatan “flying doctor” atau dokter terbang jatuh di Sarawak, Malaysia, Selasa (8/9). Kabut asap akibat kebakaran hutan memperumit proses pencarian dan evakuasi korban.

Menteri Kesehatan Malaysia Dzulkefly Ahmad mengatakan, lima orang berada di dalam helikopter saat kecelakaan terjadi di dekat Long Lellang Short Take-Off and Landing Airport, Sarawak.

Mereka terdiri atas seorang pilot dan empat staf Kementerian Kesehatan, yakni seorang dokter, seorang asisten tenaga medis, serta dua perawat yang sedang menjalankan tugas resmi.

Baca Juga: Rusia Lancarkan Serangan Besar-besaran ke Ukraina, Lima Orang Tewas

“Kelima orang yang berada di dalam helikopter tersebut meninggal dunia,” demikian konfirmasi pejabat komite penanggulangan bencana di Miri, Sarawak, kepada kantor berita negara Bernama.

Layanan flying doctor digunakan untuk menjangkau masyarakat di wilayah terpencil atau terisolasi. Layanan ini menyediakan perawatan medis, layanan klinis, hingga transportasi darurat menggunakan pesawat atau helikopter.

Kabut Asap Hambat Pencarian

Upaya pencarian korban sempat terkendala kondisi udara yang berkabut akibat asap kebakaran hutan. Polisi Sarawak mengatakan tim penyelamat tidak dapat menggunakan transportasi udara untuk mencapai lokasi kecelakaan.

Komisaris Polisi Sarawak Mohamad Zainal Abdullah menyebut lokasi jatuhnya helikopter berada di kawasan terpencil. Tim penyelamat bahkan membutuhkan waktu sekitar 10 jam melalui jalur darat untuk mencapai lokasi.

Sarawak, yang berada di Pulau Kalimantan, dalam beberapa waktu terakhir terdampak kabut asap dari kebakaran hutan di wilayah Indonesia. Sejumlah daerah di negara bagian tersebut sempat mencatat kualitas udara pada level tidak sehat.

Baca Juga: Pesawat Kargo Amazon Prime Air Kecelakaan di Miami, 5 Orang Tewas

Pemerintah Malaysia bahkan sempat menetapkan status darurat di distrik Serian, Sarawak, pekan lalu setelah tingkat polusi udara mencapai level berbahaya. Status tersebut kemudian dicabut setelah kualitas udara membaik.

Sementara itu, otoritas penerbangan sipil Malaysia menyatakan insiden tersebut tengah diselidiki oleh Biro Investigasi Kecelakaan Udara di bawah Kementerian Transportasi Malaysia.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×