kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45940,14   0,44   0.05%
  • EMAS1.145.000 1,33%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Limbah Perusahaan Besar Diolah Secara Ilegal Jadi Bahan Bakar


Senin, 20 November 2023 / 21:01 WIB
Limbah Perusahaan Besar Diolah Secara Ilegal Jadi Bahan Bakar
ILUSTRASI. Limbah 19 merek internasional digunakan bahan bakar di Kamboja. Efeknya beberapa pekerja jatuh sakit. . REUTERS/Cindy Liu


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - PHNOM PENH. Limbah dari 19 merek internasional digunakan sebagai bahan bakar untuk produksi batubata di Kamboja. Efeknya beberapa pekerja jatuh sakit. 

Cerita ini bermula dari laporan kelompok Hak Asasi Manusia Kamboja alias The Cambodian League for the Promotion & Defense of Human Rights (Licadho). Mereka menemukan penggunaan limbah merek internasional, termasuk Adidas, Walmart dan lainnya untuk bahan bakar. 

Licadho mengunjungi 21 pabrik batubara di Phnom Penh dan provinsi tetangga, Kandal, pada April hingga September. Tak hanya dari laporan pandangan mata, mereka juga mewawacara para pekerja dan mantan pekerja. 

Baca Juga: Kamboja Melaporkan Wabah Flu Burung di Dekat Perbatasan Vietnam

"Beberapa pekerja melaporkan membakar limbah pakaian menyebabkan mereka sakit kepala dan mengalami gangguan pernapasan. Pekerja lain juga merasa tidak enak badan saat hamil," tulis Licadho, seperti dikutip Reuters.

Merek yang disebutkan dalam laporan Licadho adalah Adidas, C&A, LPP's Cropp and Sinsay, Disney, Gap, Old Navy, Athleta, Karbon, Kiabi, Lululemon Athletica, Lidl Stiftung & Co's Lupilu, Walmart's No Boundaries, Primark, Reebok, Sweaty Betty, Tilley Endurables, Under Armour dan Venus Fashion.

Adidas, yang memiliki 16 pabrik di Kamboja, mengatakan telah mulai menyelidiki apakah limbah dialihkan dari jalur pembuangan resmi ke tempat pembakaran batubata.

Kebijakan Adidas di Kamboja menegaskan jika semua limbah dari pemasok pakaian harus dibuang, baik ke pabrik limbah untuk diolah jadi energi yang tidak mengganggu kualitas udara, atau ke pusat daur ulang yang memiliki izin pemerintah.

Perusahaan ritel Lidl juga telah memulai penyelidikan, namun tidak dapat memberikan informasi lebih lanjut. Sementara LPP tidak menyadari limbah tekstilnya dibakar di tempat pembakaran batubata dan telah menghubungi agennya untuk menyelidiki. 

Baca Juga: Beras Impor Akan Kembali Tiba di Tanah Air Paling Lambat November 2023

Primark, yang memiliki 20 pabrik di Kamboja, juga menyelidiki masalah ini. Sweaty Betty tidak mengomentari temuan spesifik tersebut, namun memastikan telah mematuhi kode etik lingkungan.
 




TERBARU
Kontan Academy
Negotiation For Everyone Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP)

[X]
×