kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Lindungi pengunjuk rasa, Suster Ann Rose kembali berlutut di depan polisi Myanmar


Selasa, 09 Maret 2021 / 23:20 WIB


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

Setidaknya, dua pengunjuk rasa tewas dan beberapa lainnya terluka, menurut Suster Ann Roza dan saksi lainnya.

Seorang juru bicara militer dan polisi di Myitkyina tidak menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Suster Ann Roza mencoba membawa beberapa korban ke klinik sebelum dia dibutakan oleh gas air mata.

“Lantai klinik kami menjadi lautan darah,” katanya. “Kita perlu menghargai hidup. Itu membuat saya merasa sangat sedih".

Suster Ann Roza juga berada di antara pengunjuk rasa dan garis polisi akhir bulan lalu, memohon perdamaian, media lokal melaporkan.

Lebih dari 60 orang tewas dan lebih dari 1.800 ditahan dalam tindakan keras terhadap protes terhadap kudeta 1 Februari, menurut sebuah kelompok advokasi.

Selanjutnya: AS blokir upaya junta Myanmar untuk kosongkan rekening Fed New York Rp 14,264 triliun




TERBARU

[X]
×