Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Uji Agung Santosa
Liu Yiqian memang pintar mengelola dan menginvestasikan harta kekayaannya. Berkat kerja kerasnya, mantan penjual tas kaki lima yang putus sekolah ini mampu masuk daftar miliarder dunia dengan mengoleksi harta kekayaan senilai US$ 1,56 miliar. Selain pujian, tidak jarang yang memaki dan mencemooh kesuksesan yang diperoleh Yiqian. Bahkan, tidak tanggung-tanggung, tudingan sebagai pelaku penggelapan pajak pun sering dialamatkan kepada dirinya.
Terlahir dari keluarga yang hidup pas-pasan, membuat Liu Yiqian tahu benar cara mengelola uang yang diperoleh dari jerih payahnya selama ini. Miliarder asal China tersebut sangat lihai menginvestasikan kembali keuntungan yang ia peroleh dari perusahaan miliknya.
Setelah memiliki aset cukup besar pada bidang keuangan, teknologi dan obat-obatan, pria kelahiran tahun 1963 itu berkeinginan menambah aset di bidang asuransi. Lewat perusahaan miliknya, Hubei Biocause Pharmaceutical (Hubei), Yiqian berniat menambah kepemilikan saham di Guohua Life Insurance (Guohua), yang saat ini masih sebesar 7,4%.
Rencananya, Hubei berniat membeli 43,9% saham Guohua dari Shanghai Rixingkang, Shanghai Hebang Investasi dan Shanghai Hanshengxin. Demi memuluskan rencana ini, Hubei lantas menerbitkan saham baru senilai US$ 1,6 miliar. Yiqian dan keluarganya, lantas menginjeksikan dana segar ke kas Hubei.
Asal tahu saja, dana yang dibutuhkan untuk membeli 43,9% saham Guohua mencapai US$ 1,2 miliar. Jika aksi ini sukses terlaksana, maka Yiqian bakal menjadi pemegang saham mayoritas di Guohua dengan kepemilikan sebanyak 51%.
Guohua sendiri berdiri sejak tahun 2007 di Shanghai. Hingga akhir 2014, pendapatan Guohua tercatat sebanyak US$ 1,3 miliar dan laba bersih US$ 230 juta.
Selain melebarkan sayap bisnis dengan menambahkan unit-unit usaha, Yiqian tidak begitu saja melewatkan hobinya mengoleksi benda-benda seni dan antik. Menurutnya, hobi ini paling menyenangkan dibandingkan hobi lain seperti bermain golf dan berkuda.
Satu cerita unik dari perburuan benda-benda antik tersebut adalah Yiqian senang berbelanja menggunakan alat bayar kartu, yakni American Express (AmEx). Hal ini menyebabkan dia memiliki ratusan juta poin reward AmEx dari transaksi tersebut.
Salah satu yang bikin heboh adalah aksinya membeli cangkir kuno bergambar ayam jago yang dibuat pada masa kekaisaran Chenghua. Cangkir yang sudah berusia lima abad itu dibeli Yiqian seharga HK$ 281 juta atau setara US$ 36 juta pada April 2014. Dia menggunakan kartu AmEx dan memperoleh 422 juta poin setelah menggesek kartu itu hingga 24 kali kala transaksi lelang di Hong Kong.
Memang, banyak orang bertanya bagaimana cara Yiqian memperoleh harta sedemikian besar. Kabar miring pun tak jarang menyapa Yiqian saat dia diberitakan melakukan penipuan, korupsi dan menggelapkan pajak.
Dari kalangan pejabat China pun tidak sedikit yang mencemooh gaya hidup Yiqian yang mewah. Hingga pada tahun 2012, Yiqian sempat menjadi target penyelidikan aparat penegak hukum China. Kasus yang membelenggunya saat itu adalah dugaan penggelapan pajak yang berhubungan dengan impor barang seni.
"Saya tidak takut sama sekali, karena semua kekayaan saya diperoleh dari jalan yang benar dan tidak ada yang perlu dicurigai," ujar Yiqian dalam sebuah wawancara dengan media.
Tidak lantas emosi, mantan penjual tas kaki lima ini lebih meladeni tuduhan dan cemoohan tersebut dengan tetap bersikap tenang. Dia menyatakan, tidak pernah merasa menjadi pribadi yang berbeda sejak memiliki harta berlimpah. Dia menyatakan bisa hidup sederhana dan tidak pernah berfikir melakukan tindakan melawan hukum untuk memperkaya dirinya sendiri.
Jika toh dia pernah membeli banyak lahan dari pemerintah dengan harga murah, itu dilakukan secara terang-terangan dan tidak ada unsur kejahatan yang melandasi transaksi tersebut.(Bersambung)













