kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.942   -70,00   -0,39%
  • IDX 6.027   141,42   2,40%
  • KOMPAS100 798   23,24   3,00%
  • LQ45 602   15,33   2,61%
  • ISSI 206   5,24   2,60%
  • IDX30 343   8,23   2,46%
  • IDXHIDIV20 423   8,53   2,06%
  • IDX80 90   2,47   2,81%
  • IDXV30 113   2,98   2,70%
  • IDXQ30 110   2,17   2,01%

Makin ganas, virus corona sudah menewaskan 12 orang di Iran


Senin, 24 Februari 2020 / 18:38 WIB
Warga mengenakan masker saat pemilu di Tehran, Iran (21/2/2020).


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - DUBAI. Wakil Menteri Kesehatan Iran Iraj Harirchi dalam konferensi pers yang televisi pemerintah siarkan langsung, Senin (24/2) menyatakan, 12 orang meninggal dan 61 lainnya terinfeksi virus corona baru.

Dan, Pemerintah Iran juga berjanji untuk transparan soal wabah Covid-19 di negara mereka, di tengah tuduhan menutup-nutupi jumlah kematian dan kasus terkonfirmasi virus mematikan tersebut.

"Kami akan mengumumkan angka (yang kami miliki) tentang jumlah kematian di seluruh negeri. Kami berjanji untuk transparan tentang pelaporan angka," kata Ali Rabiei, juru bicara Pemerintah Iran, seperti dilansir Channelnewsasia.com.

Baca Juga: WHO tidak tetapkan wabah virus corona sebagai pandemi, ini alasannya

Sebagian besar kasus meninggal dan terinfeksi Covid-19 terjadi di Kota Qom. Seorang anggota Parlemen Iran dari Qom pada Senin (24/2) menuduh pemerintah menutupi sepenuhnya wabah coronavirus di kota suci Syiah itu.

Reuters mengutip kantor berita semi-resmi ISNA melaporkan, Ahmad Amirabadi Farahani, anggota Parlemen Iran dari Qom, menuduh Menteri Kesehatan Iran "berbohong" tentang angka kematian dan kasus terkonfirmasi Covid-19.

Kantor berita ILNA, yang dekat dengan kaum reformis Iran, menyebutkan, Farahani mengungkap "50 kematian" akibat virus corona di Qom saja, kota yang terletak sekitar 120 kilometer arah Selatan Teheran, Ibu Kota Iran

Baca Juga: Kian meluas, Kuwait, Bahrain, Afghanistan laporkan kasus pertama virus corona




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×