kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   40.000   1,50%
  • USD/IDR 16.943   26,00   0,15%
  • IDX 9.097   21,93   0,24%
  • KOMPAS100 1.258   2,23   0,18%
  • LQ45 890   0,55   0,06%
  • ISSI 332   1,22   0,37%
  • IDX30 454   1,33   0,29%
  • IDXHIDIV20 537   3,26   0,61%
  • IDX80 140   0,11   0,08%
  • IDXV30 148   1,18   0,80%
  • IDXQ30 145   0,42   0,29%

Makin panas, China sebut kapal perang AS secara ilegal memasuki Laut China Selatan


Kamis, 20 Mei 2021 / 13:34 WIB
Makin panas, China sebut kapal perang AS secara ilegal memasuki Laut China Selatan
ILUSTRASI. Kapal perusak berpeluru kendali kelas Arleigh Burke USS Curtis Wilbur. Foto: Spesialis Komunikasi Massa Kelas 1 Benjamin Dobbs/Armada Ke-7 Angkatan Laut AS


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - BEIJING. China menyatakan pada Kamis (20/5), sebuah kapal perang Amerika Serikat secara ilegal memasuki perairan teritorialnya di Laut China Selatan, serangan terbaru dalam perselisihan kedua negara atas klaim teritorial Beijing di jalur air yang sibuk itu.

Dalam sebuah pernyataan, Komando Teater Selatan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China mengatakan, kapal perusak USS Curtis Wilbur memasuki perairan dekat Kepulauan Paracel tanpa izin. Kapal perang dan pesawat tempur China langsung mengikuti kapal perang AS tersebut.

Mengutip Reuters, Komando Teater Selatan PLA menambahkan, China menentang tindakan AS, yang melanggar kedaulatannya dan merusak perdamaian juga stabilitas regional.

Klaim itu muncul sehari setelah China menuduh AS mengancam perdamaian dan stabilitas Selat Taiwan setelah USS Curtis Wilbur berlayar melalui jalur air yang memisahkan Taiwan dari tetangga raksasanya itu.

Baca Juga: Panas! China tuding kapal perang AS ancam perdamaian dan stabilitas Selat Taiwan

Armada Ketujuh Angkatan Laut AS menyebutkan, kapal perusak berpeluru kendali kelas Arleigh Burke tersebut melakukan "transit rutin di Selat Taiwan" pada Selasa (18/5) sesuai dengan hukum internasional.

"Transit kapal melalui Selat Taiwan menunjukkan komitmen AS terhadap Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka. Militer Amerika Serikat akan terus terbang, berlayar, dan beroperasi di mana pun yang diizinkan oleh hukum internasional," tegasnya.

Seorang juru bicara Komando Teater Timur PLA menyatakan penentangan yang kuat dan mengutuk tindakan tersebut.

"Tindakan AS mengirimkan sinyal yang salah kepada pasukan kemerdekaan Taiwan, dengan sengaja mengganggu situasi regional dan membahayakan perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan," katanya.

Selanjutnya: Jika AS dan China berperang gara-gara Taiwan, ekonomi global bisa hancur




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×